Ada Area Kosong? Mari Buat Kolam Ikan Modern!

31 Aug

Hi, Readers!

Dewasa ini banyak cara yang bisa dilakukan untuk memanfaatan area kosong pada suatu bangunan, seperti menjadikannya sebagai elemen estetika bangunan. Salah satu pemanfaatan lahan “kosong” sebagai elemen estetika yang bisa di aplikasikan yaitu menjadikannya sebagai area kolam ikan.

Solaris Inc_

Nah Readers, pada kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai pengaplikasian kolam ikan modern kontemporer pada area bangunan indoor maupun outoor. Sebelum membahas lebih jauh, mari kita mengenal terlebih dulu apa yang dimaksud dengan desain kolam kontemporer. Secara sederhana, desain kolam kontemporer dapat dideskripsikan menjadi beberapa poin berikut ini, yaitu: Pengaplikasian bentuk geometri dasar yang terukur sebagai bentuk utama kolam, penggunaan jenis material dengan jumlah variasi yang dibatasi, penggunaan item elektrikal utamanya pencahayaan yang optimal, pengaplikasian vegetasi yang memiliki bentuk sederhana dengan jumlah variasi yang dibatasi.

Point pertama dalam permainan nilai Modern atau Contemporary design mengacu pada bentuk geometri yang dapat diaplikasikan. Antara lain: persegi panjang, bujur sangkar, lingkaran, segi tiga, dan seterusnya. Namun bentuk yang umum digunakan adalah bentuk persegi ataupun lingkaran yang menyesuaikan dengan bentuk yang dapat di akomodir ruang.

modern-entry

Point selanjutnya, yaitu material yang diaplikasikan pada kolam. Dalam pemilihan material finishing kolam, kita dapat membuat variasi material sesuai dengan keinginan, beberapa material yang cocok untuk diaplikasikan pada kolam ikan antara lain: keramik, Homogenous tile, Batu alam, Semen Kamprot, Wood Deck. Selain itu, kita juga dapat mengkombinasikan satu atau dua dari jenis material tersebut sehingga dapat menciptakan variasi estetika yang menarik.

Outdoor Living

Elemen lainnya yang memiliki peranan penting dalam desain modern ialah elemen pencahayaan/eletrikal. Kita dapat menerapkan cahaya aksen buatan pada tekstur dinding ataupun dasar kolam. Dan jika kita meletakkan pohon ataupun vegetasi lain pada atau di sekitar kolam. Letakkan cahaya buatan yang mengarah kepada pohon atau vegetasi tersebut sehingga mampu menonjolkan warna, bentuk, dan teksturnya.

CAD pond-Vertical Layout

Selain ketiga point diatas, cukup penting untuk diingat, bahwa pemosisian letak kolam secara vertikal pada lingkungan kolam akan menghilangkan atau menghasilkan nilai modern pada kolam ikan. Padukan dengan lingkungan kolam sehingga tercipta sebuah kesatuan desain. Untuk peletakkan kolam ikan secara horizontal, Anda dapat menyesuaikan dengan area yang available pada lokasi yang akan di aplikasikan, atau membuat skema aktivitas baru pada lokasi dengan menentukan penempatan yang tepat menurut penilaian Desainer yang membantu Anda di dalam perancangannya.

 

Last but not least, penggunaan mesin filter, pompa dan kelengkapan lain dari kolam ikan agar di posisikan di tempat yang mudah diakses namun tersembunyi secara visual maupun fisik agar tidak mengganggu keindahan kolam. Tambahkan juga elemen-elemen pendukung seperti air mancur untuk mempercantik kolam ikan Anda.

 

Demikian, semoga menginspirasi 🙂

 

 

(Artikel ini dimuat pada tabloid Home Bintang Edisi 313 kolom; Tanya Arsitek)

Pencahayaan Pada Balkon, Bagaimana Pengaturannya?

27 Jul

Hello Readers,

 

Dalam mendesain hunian yang nyaman, biasanya kita menginginkan nuansa yang berbeda antara satu ruangan dengan ruangan lainnya. Untuk menghadirkan nuansa yang berbeda dari setiap ruangan,  dapat dilakukan dengan menentukan pemilihan tema, dan pencahayaan yang berbeda dari tiap-tiap ruangan. Nah Readers, pada kesempatan kali ini kami akan memberikan tips bagaimana menentukan tingkat penerangan dan peletakan titik pencahayaan pada area balkon. So, Let’s check it out 🙂

GABUNG

 

Bila memiliki area balkon dan ingin difungsikan sebagai area makan (dining area) atau bersantai, sebaiknya pencahayaan yang diberikan tidak terlalu terang. Terlebih lagi bila posisi balkon menghadap kepada pemandangan yang baik seperti innercourt, danau, pantai, maupun city view.

Hal pertama yang dapat dilakukan yaitu memposisikan furniutre utama, seperti meja makan dan kursinya di area terbaik dari balkon. Kemudian, tentukan furniture pendukung lain yang ingin diletakkan pada Dining Area di balkon ini. Misalnya, dengan meletakkan tanaman pot gantung pada langit-langit di pinggiran balkon ataupun di sisi-sisi railing balkon. Jika tidak ada lagi furniture pendukung yang ingin diletakkan di balkon, saatnya menentukan jenis penerangan apa yang ingin diletakkan sebagai penerangan utama.

lampion-lampion_1-tile

Jika pilihan jatuh pada lampu gantung (Chandelier) maka letakkan pada posisi tengah (As) ruang balkon. Namun jika furniture utama tidak terletak di tengah-tengah balkon maka lampu gantung dapat ditempatkan tepat diatas Furniture utama walaupun tidak terletak di tengah (As) ruangan. Lain halnya jika memilih penerangan dengan susunan yang modern seperti penerangan aksen yang diletakkan secara random pada titik-titik yang memiliki nilai estetika. Contohnya antara lain: lampu sorot pada dinding balkon, lampion pada lantai balkon, lampu sorot pada tanaman pohon (jika ada), maupun lampu LED Strip light pada furniture yang tetap posisinya.

 

Secara sederhana, nuansa temaram dapat Anda hadirkan dengan menggunakan bohlam lampu yang memiliki tingkat Lumen yang rendah. Jika di ruang biasa kita kerap menggunakan bohlam lampu dengan jumlah total 800 sampai dengan 1000 Lumen, maka total Lumen penerangan langsung maupun tidak langsung yang ada di balkon Anda sebaiknya tidak melebihi jumlah Lumen tersebut.

 

Semoga berguna!

 

(Artikel ini dimuat pada tabloid Home Bintang Edisi 310 kolom; Tanya Arsitek)

Loster VS Keramik Mozaik untuk Focal Point fasad

19 Jun

Dear Readers.

Pada kesempatan kali ini kita akan membandingkan penerapan mozaik dengan penerapan looster sebagai Focal Point fasad. Loster atau yang umum dikenal dengan Kerawang, Raster ataupun Batu Angin, di kalangan praktisi bangunan disebut dengan Ventilation Block. Ventilation Block atau yang selanjutnya akan kita sebut sebagai Loster ini adalah material berlubang yang berfungsi sebagai pengakomodir aliran udara di luar & dalam bangunan. Sedangkan mozaik sendiri, telah kita bahas pada artikel sebelumnya.

Ocenario-Lisboa_4-bearbeitet

Reades, baik material Loster maupun material keramik Mozaik memang cocok di aplikasikan sebagai area estetika fasad bangunan. Atau dalam hal ini bisa kami sebut sebagai Focal Point dari fasad bangunan. Bila dilihat dari segi materialnya, loster terbuat dari tanah liat atau campuran pasir & semen yang dicetak dengan desain yang beragam sehingga menghasilkan bentuk berlubang dengan nilai estetika. Sedangkan keramik mozaik adalah dekorasi susun & tempel kepingan bahan keras yang solid dan memiliki warna dalam sebuah bidang.

Untuk cara pemasangannya, baik loster maupun mozaik dapat menggunakan semen khusus perekat keramik sehingga kualitas rekatan lebih kuat. Yang berbeda ialaah, loster diaplikasikan dengan menyusunnya menjadi sebuah bidang sehingga bidang tersebut menghadirkan nilai estetika tekstur.

loster - contemporist(dot)com3-1

Bila dilihat dari segi tampilan akhirnya, Mozaik dan Loster tentu berbeda. Hal ini dikarenakan Mozaik biasannya sudah di finisih terlebih dahulu, umumnya menggunakan lapisan kaca yang diproses dengan temperatur tinggi sehingga membuat permukaan keramik mozaik halus mengkilap dan tahan noda. Hal ini jugalah yang menyebabkan Keramik Mozaik menghadirkan kesan elegan & modern. Berbeda dengan keramik Mozaik, Loster siap pakai masih dalam kondisi “telanjang”. Sehingga menampilkan tekstur & warna asli material utamanya. Jika kurang menyukai tekstur & warna asli Loster, kita juga dapat menutupnya dengan cat minyak ataupun cat eksterior. Namun banyak arsitek yang membiarkan susunan Loster sebagai finishing ini tampil apa adanya tanpa finishing tambahan. Mereka meyakini akan menghadirkan nilai estetika yang memang sudah melekat pada material Loster itu sendiri.

Finishing fasad Gedung Yamaha

Dari segi desain secara keseluruhan, Anda dapat berkreasi dengan memadu padankan jenis (bentuk) maupun warna dari keramik Mozaik maupun Loster yang akan diaplikasikan pada bidang Fasad Bangunan. Hari ini sudah tersedia keramik Mozaik dengan bentuk, ukuran, warna, dan tekstur yang bervariasi atau dengan kata lain tidak melulu kotak-kotak. Anda dapat mengaplikasikan susunan bidang yang sesuai dengan kemauan Anda.

Dan terakhir, dari segi harga, keramik Mozaik dan Loster memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Terlepas dari material tambahan seperti semen perekat keramik, Nat, Cat untuk finishing akhir, maupun Semen plester yang dibutuhkan untuk pemasangan masing-masing material ini, keramik Mozaik memiliki harga yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Loster.

Itulah hal-hal yang dapat Anda pertimbangkan untuk memilih diantara kedua material tersebut. Selamat memilih. 🙂

(Artikel ini dimuat pada tabloid Home Bintang Edisi 308 kolom; Tanya Arsitek)

A Unique Mozaik & Architecture

21 May

Hello Readers!

Kalian tentunya pernah mendengar ‘mozaik’, lalu apa itu mozaik?

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, mozaik adalah seni dekorasi bidang dengan kepingan bahan keras berwarna yang disusun dan ditempelkan dengan perekat (Depdiknas 2001,756). Mozaik-Tile memang disukai karena menarik indra visual dan sentuhan manusia. Hal ini karena Mozaik terdiri dari komposisi potongan-potongan keramik dengan satu ataupun beberapa warna dengan bentuk acak ataupun konsisten, yang disusun sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah karya seni rupa yang mengandung nilai estetika.

Dewasa ini, seni mozaik telah banyak berkembang, lalu bagaimana dengan seni mozaik yang diterapkan dalam arsitektur bangunan?

Membahas pertanyaan tentang metode mozaik pada arsitektur, mengingatkan saya kepada teori Dekonstruksi yang dikemukakan oleh Jacques Derrida yang mengilhami fenomena Arsitektur yang dikenal dengan Arsitektur Dekonstruksi. Secara umum saya mendefiniskan Arsitektur Dekonstruksi sebagai fenomena Arsitektur yang tidak memiliki ideologi ataupun tujuan formal, kecuali semangat untuk membongkar kemapanan dan kebakuan yang selama ini menjadi pola perancangan Arsitektur pada umumnya. Walaupun kerumitan proses perancangan Arsitektur Dekonstruksi tetap tidak bisa disederhanakan. Namun melalui kacamata Arsitektur Dekonstruksi, pengolahan fasad bangunan dapat dilakukan dengan pendekatan yang diatur sedemikian rupa sehingga menghasilkan penataan yang jika dilihat dari sudut pandang tertentu memiliki kemiripan dengan permainan seni mozaik, dengan obyek utama permainannya adalah volume daripada bidang.

Lalu bagaimana pengaplikasiannya pada bangunan?

Seni mozaik dapat kita terapkan pada fasad bangunan. Pada umumnya mozaik yang digunakan pada bangunan biasanya berupa mozaik yang terbuat dari batu alam yang beraneka macam jenisnya. Selain batu alam, terdapat juga Mozaik-tile yang dibuat dari fabrikasi keramik dengan bentuk yang unik seperti lengkungan maupun dari bahan metal. Dan, dewasa ini juga tersedia mozaik batu alam maupun fabrikasi yang dijual di beberapa toko material tertentu.

Dalam pengaplikasiannya, kita dapat mengaplikasikan mozaik-tile pada bagian fasad yang merupakan Focal Point bangunan, yaitu menjadikan salah satu bidang dinding menjadi paling eye catching pada fasad bangunan. Selain itu, kita juga bisa mengaplikasikan mozaik pada bidang dinding lainnya. Pada beberapa contoh bangunan tingkat tinggi di negeri seberang dapat kita jumpai finishing mozaik sebagai material utama fasadnya. Berikut beberapa contoh bangunan dengan pengaplikasian mozaik pada fasadnya:

1. Gedung Yamaha Jepang

Gedung Yamaha

2. Royal Ontario Museum by Daniel Liebskind

Royal Ontario Museum Daniel Libskind

2. Chung Hua Building Korea

Chungha-Building_Korea

Demikian, tertarik mencobanya? Semoga Menginspirasi 🙂

(Artikel ini dimuat pada tabloid Home Bintang Edisi 306 kolom; Tanya Arsitek)

Biopori, Tempat Sampah dan Kenyamanan Rumah

28 Apr

Hai readers!:)

 

Kebersihan sebuah rumah tentunya berkaitan erat dengan kenyamanan didalamnya. Banyak upaya yang bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan dirumah kita, salah satunya dengan membuat pengaturan tempat sampah yang tepat.

Penempatan tempat sampah yang baik yaitu yang letaknya dari jangkauan visual manusia di area yang padat aktivitas, sehingga tidak mengganggu namun cukup efektif dan mudah diakses ketika pengguna rumah hendak membuang sampah. Contohnya, penempatan tempat sampah pada ruang tamu dapat ditempatkan pada posisi yang terhalang furniture seperti sofa, misalnya. Sedangkan penempatan tempat sampah diarea kamar tidur bisa diletakan di sebelah rak konsol TV.

POSISI TEMPAT SAMPAH

 

Lalu bagaimana untuk rumah dengan luasan yang terbatas? Point yang perlu diperhatikan jika luasan rumah sedikit terbatas yaitu tempat sampah yang diletakkan di beberapa titik di dalam rumah adalah jenis sampah kering yang bukan organik. Namun begitu, sebagai gantinya kita harus meletakkan satu atau atau dua titik tempat sampah organik di dalam rumah selain dapur, seperti di dekat kamar mandi ataupun area servis. Hal ini bertujuan untuk menjaga areal di dalam rumah terjaga dari bau tak sedap yang dikeluarkan oleh sampah organik. Oleh karena, volume yang dihasilkan di dapur lebih banyak dibandingkan dengan ruang-ruang lainnya, ibu perlu memberikan dua jenis tempat sampah. Yaitu tempat sampah organik dan tempat sampah kering.

Bamboo-Trash-Can1 trash-cans trash-cans - Copy (2) trash-cans - Copy

 

Selain pengaturan penempatannya, perhatikan juga material, warna, dan desain tempat sampah yang akan dipilih. Material yang berkualitas akan menjadikan tempat sampah tahan lama. Terakhir, warna dan desain tempat sampah yang dipilih secara seksama akan membuat elemen ini menjadi satu kesatuan dengan elemen lain didalam ruangan.

 

Hal lain yang masih berkaitan dengan kebersihan diarea rumah, pembuatan biopori di sekitar rumah. Bila diperkirakan taman yang dimiliki seluas 15 m² , dengan luasan tersebut sudah cukup untuk membuat lubang biopori. Bahkan untuk jenis biopori dengan dimensi yang kecil, lubang biopori bisa dibuat menjadi beberapa titik sekaligus sehingga efektif untuk volume sampah organik rumah tangga yang akan di tanam pada biopori ini.

 

Cara pembuatan biopori rumah tangga tidaklah sulit. Hal yang perlu dilakukan ialah cukup dengan menyiapkan pipa pralon dengan diameter 12 inchi atau setara 30 cm. Potong pipa pralon menjadi panjang 30 cm. Gali lubang di taman ibu dengan bentuk tabung sedalam 1 meter dan lebar 30 cm. Masukkan pralon dengan tinggi akhir di mulut lubang. Berikan semen disekitar bibir lubang dan Loster ataupun grill besi yang dapat dibuka-tutup, sehingga manusia terhindar kecelakaan terperosok ke dalamnya. Namun yang perlu diperhatikan bila ingin membuat lebih dari satu biopori, pastikan jarak diantaranya minimum 75 cm.

 

Demikian tips menjaga kebersihan rumah untuk menciptakan rumah nyaman, selamat mencoba.

(Artikel ini dimuat pada tabloid Home Bintang Edisi 304, kolom; Tanya Arsitek)

 

Rumah Nyaman bagi Lansia dan Difabel

26 Jan

Hallo, readers! 🙂 Rumah yang nyaman tentunya berhak dirasakan oleh setiap penghuni rumah tanpa terkecuali. Termasuk diantaranya; anggota keluarga difabel dan lansia. Untuk menghadirkan rumah ramah lansia dan difabel tentunya membutuhkan perencanaan ruang yang sedikit berbeda. Lalu apa saja yang perlu dipersiapkan?

top view copy copy

Didalam mempersiapkan tempat tinggal ramah Lansia & Difabel, ada hal-hal yang harus diperhatikan secara rinci, yang pertama adalah mengenai keleluasaan pergerakan pengguna rumah. Buatlah sebuah lingkungan hunian yang dapat mengakomodir pergerakan secara leluasa. Yang dimaksud leluasa adalah rumah dapat mengakomodir dengan baik perpindahan manusia dari satu posisi kepada posisi lain maupun perpindahan antar ruangan. Artinya dalam perpindahan tersebut, pengguna tidak terhalang rintangan yang dapat mengganggu pergerakannya. Oleh karena itu juga, pemosisian elemen interior maupun penyimpanan barang harus pada tempat yang tepat, sehingga efektif diraih, tidak mengganggu pergerakan manusia, dan tentu saja, Rapih.

2011.12 2011 cam 04 copy copy copy

Hal yang ke-2, adalah Jangan lupa untuk memberikan pencahayaan yang baik di setiap ruangan, agar pengguna tempat tinggal dapat melihat dengan baik. Selanjutnya, akomodir pengudaraan yang baik pada ruangan. Bisa dengan meletakkan jendela yang mudah dibuka seperti jendela geser, sehingga dapat terjadi pertukaran udara yang membuat kualitas udara yang baik di dalam ruangan. Hal ini akan mempengaruhi kualitas kesehatan pengguna.

Photography by Edward Sánchez

Setelah hal-hal tersebut di aplikasikan, pikirkan elemen arsitektur apa saja yang dapat membantu Lansia & Difabel yang tidak memiliki kemampuan kekuatan sepenuh kekuatan manusia normal? Antara lain yaitu dengan memberikan sarana pembantu jalan, berdiri dan duduk. Jika kita manusia biasa dapat melakukan perpindahan tanpa perlu berpegangan, maka Lansia & Difabel tidaklah seperti itu. Jika manusia biasa dapat berdiri dari tempat duduk atau WC secara alami, maka Lansia & Difabel tidaklah seperti itu. Oleh karenanya fasilitas seperti Handrail, ramp, tiang penopang tarikan, adalah fasilitas yang perlu diadakan pada hunian. Contoh handrail untuk membantu jalan adalah yang dipasang di sepanjang dinding maupun area yang tidak memilik dinding dan tidak ada elemen tempat berpegang oleh Lansia & Difabel.

3

 

Begitupun toilet dan kamar mandi. Sangat dibutuhkan handrail tempat berpegang agar keseimbangan pengguna terjada serta tidak terpleset. Material handrail yang baik adalah yang tahan karat, tidak licin, dan mudah dipegang seperti Stainless Steel dengan diameter 50 mm. Berikut, saya lampirkan beberapa contoh desain ruang yang leluasa, serta handrail yang dapat diaplikasikan untuk rumah ramah difabel & lansia.

Demikian beberapa tips untuk merencanakan rumah yang nyaman bagi lansia dan difabel. Semoga bermanfaat 🙂

(Artikel ini dimuat pada tabloid Home Bintang Edisi 299, kolom; Tanya Arsitek)

Home Theatre pada Ruang Mungil, bisa kah?

9 Jan

Hi, readers!

Dewasa ini kebutuhan ruang pada hunian/rumah semakin berkembang. Diluar kebutuhan ruang utama seperti kamar tidur, kamar mandi, dan dapur, salah satu ruang yang kini cukup dipertimbangkan kehadirannya ialah ruangan entertainment seperti home theater. Menghadirkan mini bioskop atau area khusus untuk menikmati aneka tontonan film melalui perangkat audio dan video tentunya memberikan kenyamanan tersendiri bagi penghuni didalamnya. Namun, sebuah home theatre memerlukan ketersediaan space ruangan yang memadai. Lalu bagaimana dengan pengaplikasian home theatre pada ruang yang dikategorikan mungil?

home T 12

Untuk menghadirkan mini bioskop yang menyerupai konsep bioskop tentu membutuhkan ruangan yang tidak kecil. Terlebih lagi, ketajaman gambar yang terlihat pada sebuah layar projector akan terlihat sempurna pada jarak tertentu. Namun jangan khawatir, alternatif yang dapat dilakukan yaitu dengan meletakkan sofa duduk alih-alih meletakkan reclaining chair yang akan membuat ruangan terasa sempit. Berbeda halnya apabila Anda memang memperuntukkan ruangan ini bersifat pribadi atau hanya untuk Anda bersama pasangan saja. Selain itu, perhatikan juga jarak horizontal minimum yang harus dibuat antara layar tonton dengan mata pengguna, yang sebesar 3 meter. Hal ini adalah demi kenyamanan visual pengguna ruangan. Untuk peletakkan barang, pusatkan pemosisiannya pada dinding layar / TV atau dinding di sampingnya. Sehingga sebagian besar peruntukan ruang dapat dimanfaatkan sebagai area sirkulasi & tempat duduk pengguna ruang.

iwallpaneling karim-rashid-sound-absorption-panel-1-450x359

Untuk Treatment akustik atau peredam serap suara Home Theater penting diadakan agar suara di dalam ruang tidak bergema dan hasil kualitas suara jernih terdengar. Secara sederhana, material peredam serap suara yang baik adalah yang memiliki sifat ringan, berpori, & tidak dapat meredam getaran, seperti Glasswool, Karpet, maupun Papan akustik fabrikasi. Dengan material peredam serap suara seperti ini, Bapak dapat menentukan bentuk finishing lapis dalam dinding interior yang di inginkan. Seperti misalnya dinding panel geometris ataupun “Cushion wall” pada contoh yang saya berikan. Untuk Wiring electrical component dapat ditempatkan melalui plafond sampai di balik treatment akustik ini sehingga ruangan bebas dari kabel. Letakkan beberapa titik lampu spotlight di sudut-sudut ruangan, untuk mempertegas warna & tekstur dinding akustik atau hanya sebagai cahaya aksen demi mempercantik ruangan Anda.

home T 11

Langkah terakhir adalah menentukan tema warna. Bapak dapat mengkombinasikan warna-warna menyala seperti merah dan pink atau orange dengan aksen hijau untuk ruang dengan mood psikologi yang ceria, atau kombinasi serat kayu serta cahaya kuning temaram untuk ruang dengan mood psikologi yang hangat dan tenang. Material cat, kain, maupun Laminated Sheet dengan tekstur kayu dapat menjadi pilihan untuk finishing interior Home Theater.

Bagaimana? Berminat menghadirkan home theatre pada hunian Anda? Selamat berkreasi!:)

(Artikel ini dimuat pada tabloid Home Bintang Edisi 297, kolom; Tanya Arsitek)

Solusi Ruang Lembab

12 Nov

Hello Readers! 😀

Dasawarsa ini, bangunan rumah tinggal yang tidak menggunakan penghawaan buatan atau Air Conditioning pada ruangan lebih diminati. Terutama bagi mereka yang berlokasi ditempat yang masih memiliki kualitas udara yang baik. Dan dengan pertimbangan untuk menghindari penggunaan daya listrik tambahan, serta mereka juga ingin memaksimalkan pengahawaan alami pada bangunan.

Pemaksimalan penghawaan alami ini biasanya disertai dengan pemaksimalan pencahayaan alami yang optimal. Namun pada kasus dengan lahan terbatas terutama di kota-kota besar padat penduduk seperti jakarta, selain harga property tinggi dan luasan yang terbatas, pemaksimalan pencahayaan alami pada bangunan dengan menggunakan bukaan horizontal atau jendela menjadi hal yang ‘mahal’. Lalu langkah apa yg bisa dilakukan?

Cross Venti-Layout FINAL2 copy (1)

Penanganan yang bisa dilakukan untuk mengurangi kelembaban ruangan adalah dengan membuat Cross Ventilation. Yaitu dengan membuat dua bukaan yang bersentuhan dengan area terbuka yang saling berseberangan pada kamar anak ibu, sehingga terjadi pergantian udara yang masuk dari bukaan satu keluar ke bukaan lainnya. Hal ini menjadikan kualitas udara dan tingkat kelembaban pada kamar anak ibu berada pada tingkat yan baik.

Cross Venti-Pot copy

Penanganan ke-2 jika pembuatan Cross Ventilation tidak dimungkinkan adalah dengan meletakkan Turbin Ventilator pada atap Kamar tidur jika hal ini mungkinkan. Turbin untuk menaikkan udara panas dan lembab didalam ruangan. Sehingga suhu dan Ventilator yang kita kenal adalah yang dipasang pada atap-atap pabrik. Namun kini ukuran Turbin Ventilator sudah cukup bervariasi sehingga terdapat type kecil yang bisa dipasang pada bangunan rumah tinggal. Kegunaan Turbin ventilator ini adalah kelembaban dalam ruangan dapat tetap terjaga.

p549Turbin Vent

Penanganan ke-3 jika dimungkinkan adalah untuk membuat skylight atau “jendela atap” pada kamar. Sehingga kuantitas cahaya yang diterima ruangan menjadi lebih banyak. Namun hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan skylight ini adalah besaran skylight dan posisi peletakannya.

 skylight bedroom

Demikian, semoga membantu:)

 

(Artikel ini dimuat pada tabloid Home Bintang Edisi 293, kolom; Tanya Arsitek)

 

Kanopi Cantik Dan Tepat Guna

28 Oct

Hi, Readers! 🙂

Dewasa ini pengaplikasian kanopi pada sebuah rumah cukup digandrungi banyak peminat, namun bagaimanakah pengaplikasian kanopi yang tepat? Pada kesempatan kali ini, kita akan menjabarkan bagaimana pengaplikasian kanopi teras rumah atau carport yang tepat guna, dan desain yang sesuai masa sekarang, serta aman secara konstruksi.

1313363575_07 copy

Kanopi pada teras rumah, carport, maupun akses utama bangunan berfungsi sebagai pelindung pengguna bangunan dari panas sinar matahari dan air hujan. Oleh karenanya, sebelum mengaplikasikan kanopi, hal yang harus diperhatikan adalah letak atau posisi kanopi tersebut dari bangunan dan cakupan area yang ingin di naungi oleh kanopi tersebut.

Hal ini memastikan peletakkan kanopi mengakomodir fungsi utama dari kanopi tersebut, dan tidak terdapat area-area yang semestinya dinaungi namun malah tidak ternaungi.

Dalam hal pemosisian kanopi ini, kita harus perhatikan desain dari bangunan utama sendiri, sehingga pemosisiannya tepat guna dan baik secara visual-estetika.

Hal selanjutnya yang harus diperhatikan adalah bagaimana desain kanopi yang ingin diaplikasikan?  Kita perlu mengetahui, bahwa sebuah kanopi yang baik secara fungsional akan dapat mengakomodir kegiatan manusia dan kebutuhannya untuk terlindungi dari iklim setempat.

kanopi 1

Kanopi yang dapat melindungi area dibawahnya dari suhu panas matahari, cahaya yang terlampau terang, serta curah hujan yang mengguyur adalah kanopi yang baik. Maka material dari penutup kanopi yang baik adalah yang tembus pandang / transparan tapi mampu menangkal panas matahari berlebih dan sinar yang terlampur terang.

Jika anda menggunakan poly carbonate, maka saat ini di pasaran telah tersedia poly carbonate dengan tingkat kegelapan tertentu yang dapat mengakomodir kuantitas cahaya yang tembus ke naungan di bawahnya. Sehingga anda dapat menentukan seberapa besar intensitas cahaya yang diinginkan untuk ada di bawah naungan kanopi tersebut. semakin gelap warna kanopi semakin rendah intensitas cahaya yang dihadirkan. Semakin transparan, maka semakin besar kuantitas cahaya yang melewati kanopi tersebut sehingga ruang dibawah kanopi bisa lebih terang.

Konstruksi kanopi masa dapat didirikan dengan beberapa sistem. 3 diantaranya adalah kanopi dengan konstruksi tiang, kanopi sistem kantilever, dan kanopi sistem gantung. Ketiga sistem kanopi tersebut menggunakan sistem rangka untuk penopang penutupnya. Kita bisa memilih sistem konstruksi mana dan desain rangka penutup yang sesuai selera.

Jangan lupa untuk menentukan posisi pengaliran vertikal air hujan. Sehingga air hujan tidak jatuh di tempat yang tidak diharapkan.

Selamat berkreasi!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hunian Asri dengan Vertical Garden

8 Oct

Apakah Anda sedang mencari inspirasi untuk taman Anda, Readers? 😉

Nah, pada kesempatan ini saya akan meyajikan sebuah artikel tentang vertical garden, salah satu jenis taman yang kini kian digemari. Penasaran? Yuk simak pembahasan berikut 🙂

????????????????????????????????????????????????????????????????

Vertical garden adalah sebuah taman yang dibangun pada bidang vertical atau berdiri tegak lurus dengan tanah. Jenis taman ini merupakan sebuah terobosan di bidang pertamanan yang muncul karena semakin terbatasnya lahan untuk area taman. Konsep taman yang ditemukan tahun 1994 oleh ahli botani Perancis ini dapat diaplikasikan di berbagai tempat, baik outdoor maupun indoor, sebagai penyekat maupun sebagai pelapis fasad. Hal tersebut merupakan salah satu kelebihan istimewa dari jenis taman yang satu ini.

Nah, berikut ini adalah beberapa hal perlu Anda perhatikan saat menciptakan vertical garden. Lets’s check it out, guys! 😉

  • Media Tanam

Saat ini, berbagai media tanam modern sudah dapat kita temukan dengan mudah. Misalnya : tali ijuk, rockwool, vertical garden module (VGM), serta karpet dan tekstil. Untuk penjelasan lebih lanjut, yuk simak pembahasan berikut 😉

  1. Tali Ijuk

firmanUntuk membuat vertical garden dengan media tanam tali ijuk, kita dapat menggunakan pipa paralon berdiameter 3 inci atau lebih yang kemudian dililit dengan tali ijuk. Sedangkan untuk jenis-jenis tanamannya, Anda dapat memilih anggrek, bromelia, kadaka, begonia, serta berbagai jenis  pakis dan philodendron. Harga media tanam yang satu ini pun sangat terjangkau, yaitu sekitar Rp 5.000,-/ikatnya.

  1. Rockwool

rockwool-1Rockwoll  adalah bahan berbentuk lembaran dengan ketebalan sekitar 7 cm. Media tanam ini bersifat sangat menyerap air, sehingga akar tanaman akan tumbuh dengan mudah. Namun media ini juga akan menjadi berat setelah menyerap air. Harga rockwool di pasaran adalah sekitar Rp 75.000,-/m2.

  1. Vertical Garden Module (VGM)

Vertical_Garden_SystemVertical Garden Module berbentuk seperti keranjang plastik. Media ini sangat praktis dan awet karena dapat digunakan hingga jangka waktu 10 tahun.  Namun, VGM cukup berat sehingga kurang cocok digunakan pada taman vertikal yang tinggi. Untuk mengaplikasikan VGM, Anda perlu merogoh kocek cukup dalam, sekitar Rp 1.000.000/m2.

  1. Karpet (textile maupun geotextile)

100_3578Jenis ini merupakan media vertical garden yang cukup baik. Kita bahkan bisa membuatnya dari karpet bekas. Bahan ini pun cukup kuat dan awet untuk digunakan. Media ini harus Anda siram secara periodik (3-5 kali dalam sehari). Harganya sekitar  Rp 40.000,-/m2.

  • Perawatan

Perawatan vertical garden tergolong mudah. Irigasi yang sering diaplikasikan adalah jenis drip irrigation dan sprayer. Pemupukan dapat dilakukan 7-10 hari sekali, sedangkan untuk pengendalian hama dapat menggunakan pestisida. Kebutuhan cahaya matahari untuk vertical garden pada umumnya tergantung pada jenis tanaman yang ditanam. Oleh karena itu, kita harus mengetahui kebutuhan khusus tanaman kita.

Wall-planter

Bagaimana Readers, siap mengaplikasikan vertical garden? Selamat berkreasi! 😉

– Dea Argadita –