Mendesain Ruang Kantor 2

12 Oct

Pada artikel sebelumnya telah kami bahas langkah untuk menentukan tema desain sebuah kantor.

Kali ini akan kami bahas kebutuhan ruang-ruangnya.

Apa saja sih, standar kebutuhan ruang kantor? Mari, kita scroll down pelan-pelan…😉

Kebutuhan ruang kantor terbagi menjadi 3, antara lain :

 

1. Ruang kerja

Kantor ala Jones Lang Lasalle

Ruang kerja merupakan ruang terpenting dari suatu kantor, karena disinilah tempat dari aktivitas utama. Adapun penerapan ukuran ruang yang tepat dapat menghasilkan lingkungan kerja yang nyaman, efektif dan efisien. Berikut rekomendasi ukuran minimum bagi ruang kerja karyawan :

1 Ruang kerja untuk menulis + komputer = 4 m²
2 Meja tambahan untuk menaruh file (meja kerja L) = 1 m²
3 Cabinet untuk menaruh file/arsip = 1 m²
4 Ruang untuk rapat kecil = 1.5 m²

Ruang kerja dapat dibagi menjadi beberapa tipe, yaitu :

a. Ruang kerja terbuka (Luas 6 m²/workstation)

ANZ-business-centre-workspace-582x379

Adalah ruang kerja terbuka tanpa sekat untuk suatu divisi perusahaan yang jumlah karyawannya lebih dari 10 orang, dan intensitas komunikasi yang tinggi serta tingkat konsentrasi bekerja yang rendah. Kelebihan dari ruang ini yaitu efisien dalam penggunaan ruang, serta lebih mudah dalam pengaturan ulang layout-nya. Akan tetapi, penempatan ruang ini harus dijauhi dari area yang tinggi tingkat sirkulasi. Dan perlu diperhatikan pengaturan akustik ruang agar dapat meredam kebisingan.

b. Ruang kerja bersama untuk divisi/ tim (Luas 6m² atau 7,5m² bila terdapat meja rapat kecil)

Adalah ruang kerja semi terbuka untuk divisi suatu perusahaan yang beranggotakan 2-8 orang, dengan intensitas komunikasi internal yang rutin dan kebutuhan tingkat konsentrasi kerja yang tinggi.

Terdapat pula ruang kerja bersama yang dibuat dengan sekat tertutup yang bertujuan untuk mendapatkan privasi, kerahasiaan dari pekerjaan yang sedang dikerjakan. Pengaturan meja pada ruang ini dapat disusun berhadapan atau saling membelakangi. Sebaiknya penempatan ruang kerja ini dijauhkan dari arus sirkulasi umum agar tidak terjadi gangguan konsentrasi.

c. Kubikel (Luas 6 m²/workstation)

Adalah ruang kerja bersekat semi terbuka untuk 1 orang karyawan yang membutuhkan konsentrasi cukup tinggi dalam pekerjaan, serta intensitas komunikasi dengan pihak luar yang tidak banyak. Pada tipe ini harus diperhatikan faktor penerangan yang baik agar diperoleh kenyamanan kerja yang tepat.

d. Ruang kerja privat (Luas 9 m²/workstation)

Adalah ruang kerja bersekat tertutup untuk 1 orang yang memiliki peranan penting bagi perusahaan serta lingkup kerja yang memerlukan tingkat konsentrasi yang tinggi. Ruang ini biasanya dilengkapi tempat untuk menerima tamu atau mengadakan rapat internal kecil. Sebaiknya penempatan ruang ini berada dekat dengan jendela agar mendapat penerangan alami yang berfungsi untuk menghadirkan kenyamanan psikologi pengguna ruang.

e. Ruang kerja bersama/shared (Luas 6m² atau 7,5m² bila terdapat meja rapat kecil)

Adalah ruang kerja bersekat tertutup untuk 2-3 orang yang membutuhkan kolaborasi kerja dalam tim. Pengaturan meja dapat disusun berhadapan/saling membelakangi, tergantung dari tingkat komunikasi dan interaksi yang dibutuhkan. Kekurangan dari tipe ini adalah membutuhkan partisi yang lebih banyak serta sulit untuk mengatur ulang ruang apabila dibutuhkan.

 

2. Ruang Rapat

Ruang rapat dibagi dalam beberapa kriteria, hal ini bergantung dari jumlah orang yang akan menghadiri rapat, dan tingkat kepentingan dari rapat tersebut. Berikut ini jenis-jenis ruang rapat, yaitu :

a. Ruang rapat kecil (Luas 2 m²/orang)

Adalah ruang rapat tertutup untuk 2-4 orang yang bisa digunakan untuk rapat formal maupun informal.
Biasanya pada layout kantor ruang ini diletakkan di area dalam kantor, karena hanya digunakan oleh karyawan yang ingin berdiskusi casual.

b. Ruang rapat besar (Luas 2m²/orang)

Adalah ruang rapat untuk 5 sampai dengan 10 orang lebih. Letak ruang ini sebaiknya berdekatan dengan pintu masuk kantor untuk mengakomodir kemudahan tamu dari luar kantor yang akan mengikuti rapat.

c. Meeting point (Luas 1m²/orang)

Adalah ruang berukuran kecil, berkapasitas antara 2-4 orang, biasa digunakan tim untuk berdiskusi sebelum melanjutkan ke rapat besar dengan tim lainnya. Letak ruang ini sebaiknya berdekatan dengan pintu masuk dan ruang rapat besar.

3. Ruang Pendukung

Pada umumnya interaksi dan komunikasi antar karyawan dari berbagai divisi terjadi didalam ruang pendukung, karena ruang pendukung biasanya digunakan bersama oleh para karyawan dari setiap divisi. Dan berikut ini ruang pendukung yang terdapat dalam sebuah kantor, antara lain :

a. Ruang arsip

yaitu ruang terbuka/tertutup dengan luas minimum 1m²/lemari kabinet yang digunakan untuk menyimpan dokumen yang masih digunakan maupun yang disimpan sebagai arsip perusahaan. Kelebihan dari lemari dokumen yang ada sekarang adalah ia dapat juga digunakan sebagai divider (pembagi) ruang. Sehingga kadang tidak perlu dibuatkan ruang khusus pengarsipan jika tidak prioritas.

b. Gudang

yaitu ruang tertutup untuk menyimpan alat-alat kebutuhan kantor dengan luas minimum 1 m²/lemari cabinet. Ruang ini dapat diletakkan dibagian dalam kantor karena ruang ini tidak membutuhkan banyak cahaya.

c. Area printer dan fotokopi

Adalah ruang terbuka/semi tertutup yang dilengkapi fasilitas seperti printer, scanner dan mesin fotokopi. Sebaiknya diletakkan di area tengah kantor untuk memudahkan akses karyawan.

d. Area pantry

Yaitu ruang terbuka/semi tertutup dimana karyawan dapat mengambil maupun menyiapkan makanan/minuman. Ruang ini dapat diletakkan dibagian dalam kantor dikarenakan tidak membutuhkan banyak cahaya alami.

e. Area beristirahat

Yaitu ruang semi terbuka/tertutup dengan luas 2m²/kursi dimana karyawan dapat rehat sebentar dari pekerjaannya. Sebaiknya diletakkan dekat dengan pencahayaan alami yang berpengaruh terhadap psikologi pengguna.

f. Area locker

Yaitu ruang terbuka/semi tertutup berisi lemari tempat karyawan menaruh barang-barang pribadi.

g. Ruang merokok

Yaitu ruang tertutup dengan luas 1,2 m²/perokok untuk karyawan yang ingin menghisap rokok. Idealnya diletakkan dekat dengan ruang istirahat atau pantry.

h. Perpustakaan

Yaitu ruang semi terbuka/tertutup dengan luas minimum 1 m²/kabinet tempat karyawan mencari data dari buku, jurnal, majalah maupun internet.

i. Ruang tunggu

Yaitu ruang terbuka/semi tertutup dengan luas 2 m² dimana tamu kantor yang telah memiliki perjanjian/ belum dapat menunggu sebelum bertemu dengan karyawan yang dituju.

Sangat bisa, setiap perusahaan memiliki kebutuhan ruang yang berbeda. Oleh sebab itu, proses perencanaan yang tepat memegang peranan yang cukup penting.

Semoga bermanfaat, sampai bertemu di pembahasan tema lain, dan…. Selamat berkreasi😉

 

Bryane Soemarno, S.Ars.

http://www.chijo-saki.com

(021) 3600 7757

One Response to “Mendesain Ruang Kantor 2”

  1. devianggar October 7, 2013 at 11:04 pm #

    Reblogged this on devianggar.wordpress.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: