Penutup lantai keras

13 Feb

Penutup lantai keras adalah material finishing akhir dari lantai bangunan yang memiliki tingkat kepadatan dan massa jenis yang besar. Sehingga menjadikan tingkat kekakuannya tinggi atau disebut juga  “keras”.

Beberapa jenis material penutup lantai keras antara lain: Keramik, Homogenous tile atau yang biasa kita sebut dengan Granite tile, dan Batu alam. Apa keunggulan dan kekurangan masing-masing jenisnya? Manakah yang akan anda pilih sebagai material penutup lantai rumah anda? Kami akan coba membahas spesifikasi penutup lantai kategori ini sehingga memudahkan anda dalam menentukan pilihan.

 

A.    Keramik

Keramik adalah material yang masih tetap digemari untuk diaplikasikan sebagai penutup lantai. Keramik, dikarenakan variasi produknya dikenal sebagai material penutup lantai dengan fleksibilitas visual yang beragam sehingga menjadikan keramik dapat diaplikasikan hampir disetiap bagian rumah.

Keunggulan keramik

  • Memiliki varian tekstur glossy dan doff, dengan banyak ragam pilihan motif dan warna.
  • Harga  yg terbilang cukup terjangkau dibandingkan dengan granite tile atau Marmer.
  • Tahan terhadap noda, lebih mudah dibersihkan apabila terkena kotoran seperti kopi, tinta dan cat.
  • Tidak memerlukan bahan khusus seperti semen instan yang sudah dicampur dengan perekat untuk pemasangannya.
  • Mudah dipotong karena ukuran yang relatif tidak tebal.
  • Tidak memerlukan perawatan khusus layaknya batu alam.
  • Beberapa keramik dibuat dengan Gress Technology, dibakar dibawah tekanan tinggi sehingga menghasilkan produk yang tahan beban besar dan juga tahan air (waterproofed).

Kekurangan keramik

  • Setelah terpasang, bagian nat terlihat lebih besar karena bagian rusuk lembaran keramik yg memiliki pinggul.
  • Ukuran terbesar keramik hanya 60x60cm, jika lebih besar dari itu lebih beresiko untuk melenting karena ketebalannya tidak mendukung.
  • Dari segi keindahan masih berada dibawah granite tile dan marmer. Hal ini disebabkan karena keramik memiliki pinggul dan motifnya yang merupakan hasil cetak komputer terlihat cukup jelas.

roman ceramic

 

B.    Homogenous Tile

Material penutup lantai yang juga cukup diminati adalah Homogenouse tile atau yang biasa kita sebut dengan granite tile.

Granite tile tidak sama tebal dengan batu granit alam. Yaitu hanya sekitar 8mm-10mm. Meskipun begitu, granite tile memiliki tingkat kekerasan yang lebih kuat dari batu granit alam. Granite tile terbuat dari bahan-bahan seperti tanah liat, silika, kaolin, dan juga pecahan batu granit alam yang dicampur menjadi satu dan melalui proses pembakaran yang mencapai suhu ±1.200˚celcius, sehingga menjadi homogen. Material dan proses pembuatan tersebut, menjadikan material ini berpori kecil, sehingga memungkinkannya untuk menjadi waterproofed, kuat dan keras.

Dengan kemajuan teknologi, pembuatan granite tile tidak hanya menghasilkan motif dan warna yang menyerupai granit alam, namun juga dapat menghasilkan motif dan warna menarik lainnya. Selain itu, saat ini telah digunakan Nano Technology yang memungkinkan granite tile menjadi anti noda.

Keunggulan Granite Tile

  • Tampilan motif dan warnanya lebih alami dari keramik, dan rusuk lembarannya tidak berpinggul.
  • Ukurannya dapat mencapai 100 x 100 cm. Dan tidak mudah melenting.
  • Natnya cukup kecil (tipis) sehingga terlihat menyatu dan mewah.
  • Tidak memerlukan bahan khusus untuk pemasangan.
  • Lapisan atas granite tile tidak mudah tergores ataupun terkikis seperti marmer bila mendapat goresan.
  • Bahan dan proses pembuatan granite tile yang cukup terdepan saat ini, menjadikan material ini lebih kuat dan tahan lama dibandingkan keramik.

Kekurangan Granite Tile

  • Dalam tahap pengerjaan pemotongan memerlukan pisau khusus karena keras dan tebal.
  • harga lebih mahal dibandingkan keramik.
  • Warna dari persediaan type yang sama mungkin tidak 100% sama, dikarenakan tempat & proses pembakaran yang berbeda. Maka ada baiknya jika hendak membeli granite tile sebaiknya langsung dihitung dengan melebihkan volume, untuk menghindari kekurangan stock dari warna yang 100% sama.
  • Apabila kualitas granite tile kurang bagus, terutama untuk jenis yang belum menggunakan Nano Technology, jika terkena kotoran seperti tinta, cat atau kopi sulit untuk dibersihkan dan akan meninggalkan noda.
  • Varian tampilan akhir bisa doff mapupun glossy, namun varian warna dan motif lebih terbatas jika dibandingkan dengan varian warna & motif keramik.

1305932247-18-652x1000

 

C.    Batu Alam

Salah satu material batu alam yang diolah menjadi penutup lantai adalah Marmer (marble) atau batu Granit alam. Cara pengolahannya yaitu melalui proses pemotongan, penghalusan, dan poles. Penghalusan ditujukan supaya  permukaan tidak bertekstur dan menjadi halus. Hal ini dimaksudkan, agar secara visual maupun sentuhan, nyaman digunakan oleh manusia. Ketersediaan di alam yang terbatas menyebabkan harganya menjadi cukup mahal. Walaupun, kembali lagi harga tergantung dari jenis / kelas marmer di pasaran berdasarkan kualitas & ketersediaan alam.

Keunggulan Batu Alam

  • Ukurannya lebih besar (hitungan slab) dan tidak gampang melenting.
  • Memiliki sifat yang tahan terhadap panas serta dapat menurunkan suhu ruang dalam sebuah bangunan.
  • Sambungan natnya cukup kecil, sehingga terlihat menyatu dan lebih mewah setelah dipoles.
  • Dengan ukuran yang besar, sambungan menjadi tidak banyak.
  • Bersumber langsung dari alam sehingga menghasilkan motif dan warna yang sangat alami.

Kekurangan Batu Alam

  • Memiliki pori-pori sehingga noda susah dihilangkan jika tidak diberi lapisan pelindung dengan maksimal. Dan meskipun telah diberi lapisan, kemungkinan untuk terkena noda masih lebih besar dibandingkan granite tile.
  • Memerlukan perawatan ekstra, karena mudah kusam.
  • Dalam tahap pengerjaan pemotongan memerlukan pisau khusus karena tebal, keras, namun ringkih (tidak homogen).
  • Cara pemasangan harus sangat diperhatikan agar benar-benar rapih, disebabkan modul potongan yang Man-made.
  • Untuk batu alam dengan kelas terbaik, harganya relatif mahal dikarenakan proses pembuatan dan pengambilan dari sumbernya memakan waktu dan resiko yang tinggi.
  • Warna tidak selalu bisa sama karena bergantung pada sumber daya alam.
  • Proses pemasangan membutuhkan keahlian terlatih.

60bbd47f

               Dahulu sebelum ada teknologi pembuatan keramik maupun granite tile terkini, batu Granit alam maupun Marmer merupakan material penutup lantai keras terbaik. Namun kini seiring dengan perkembangan teknologi, material fabrikasi seperti Keramik dan Granite tile menunjukkan kebolehan yang bahkan lebih baik jika dilihat dari segi kekuatan dan perawatannya apabila dibandingkan dengan batu Granit alam maupun Marmer.

Namun kembali lagi, pemilihan material ini disesuaikan dengan tujuan, selera, dan tentu budget yang anda anggarkan untuknya.

So, manakah yang akan anda pilih?:)

 

Diana Fransisca.

http://www.chijo-saki.com

(021) 3600 7757

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: