Penutup lantai lunak

26 Mar

Halo readers!:) Apakabar semuanya? Mudah-mudahan sehat yah..🙂

Pada artikel sebelumnya kami telah mengulas “Penutup Lantai Keras”. Nah.. sekarang, yuk kita kupas lebih lanjut tentang “Penutup Lantai Lunak”.

Penutup Lantai lunak adalah jenis material yang tingkat kepadatannya masuk kedalam kategori lunak. Beberapa jenis diantaranya adalah: Parket (Parquette), Vinyl, dan Karpet.

Apakah anda sudah tahu tentang ketiga jenis material penutup lantai tersebut? Yuk, kita kupas satu-persatu.🙂

 

A. Material Parket (Parquette)

Image

Parket merupakan material penutup lantai yang terbuat dari kayu. Pada umumnya Parket digunakan pada rumah-rumah di lokasi yang beriklim dingin atau sejuk, karena sifatnya yang menyerap panas atau hangat.

Parket tediri dari 3 (tiga) jenis, yaitu: Solid, Layer, dan Laminate. Parket jenis Solid merupakan parket yang dibuat dari kayu utuh yang dipotong menjadi lembaran papan dengan ukuran ter-modulasi dan umumnya diambil dari kayu pohon Jati (Tectona Grandis).

Sedangkan Parket jenis Layer adalah parket yang dibuat dari potongan kayu yang disusun berlapis. Proses pembuatannya adalah dengan memasang potongan kayu dengan arah serat yang berlawanan antara satu lapisan dengan lapisan lainnya. Proses tersebut membuat Parket ini memiliki kestabilan yang cukup baik sehingga mengurangi resiko terjadinya penyusutan dan pembengkokan. Bagian teratas panel Parket Layer diberikan coating akrilik anti gores yang dibuat melalui proses UV Curing, sehingga memberikan perlindungan ekstra terhadap daya tahan kayu.

Yang terakhir adalah jenis Parket Laminate. Parket ini terbuat dari bahan bubur kayu (pulp) atau serbuk, yang kemudian melalui proses pemadatan dengan tekanan tinggi sehingga menghasilkan bentuk dan ukuran yang ditentukan. Bahan tersebut disebut juga dengan High Density Fibreboard (HDF) atau Medium Density Fiber (MDF). Dalam proses produksinya, Parket ini diberikan campuran bahan anti rayap. Dan lapisan teratas Parket ini merupakan print motif kayu yang dilaminasi sehingga dapat menghasilkan beragam tekstur seperti glossy dan doff.

Image

Kelebihan lain dari material Parket sebagai penutup lantai antara lain:

  1. Parket cukup mudah untuk dirawat dan dibersihkan.
  2. Motif, warna, dan tekstur yang alami sesuai materialnya.
  3. Cukup aman bagi anak-anak maupun manula, karena sifatnya yang empuk dibanding lantai hard flooring.
  4. Jika mendapat goresan, cukup mudah untuk diperbaiki. (dengan cara refinish menggunakan plitur atau vernish. Namun, jika goresannya terlalu dalam maka bagian Parket yg rusak dapat langsung diganti dengan lembar Parket yang baru).

Kekurangan material Parket adalah:

  1. Memiliki kemampuan menyerap air sehingga berisiko jenuh.
  2. Rentan terhadap rayap terutama yang tidak diproses secara maksimal.
  3. Membutuhkan perawatan berkala untuk menjaga kualitas.
  4. Daya tahan terhadap sinar matahari rentan, sehingga berisiko pudarnya warna dalam jangka panjang.

 

B. Material Vinyl

Image

Vinyl adalah material penutup lantai lunak yang memiliki karakterisitik lentur namun kuat. Jenis material ini memiliki tiga lapisan utama yaitu compact layer, glass fiber, dan printed layer. Finishing terluarnya adalah UV Coated Wear Layer, yang membuat material ini nampak mengkilap dan terkesan licin.

Untuk pemasangannya terbilang mudah. Di setiap lembaran Vinyl dilengkapi perekat dibagian bawah, sehingga tidak memerlukan penambahan lem untuk pemasangan. Lantai vinyl dapat dipasang diatas lantai keramik seperti halnya memasang karpet dan tidak sulit jika ingin dilepas kembali.

Kelebihan dari penutup lantai Vinyl antara lain:

  1. Pemasangannya yang mudah sehingga waktu yang diperlukan untuk pemasangan lebih singkat.
  2. Dapat meredam suara dan benturan karena sifatnya yang lunak.
  3. Stabil terhadap suhu, air, udara, dan rayap karena materialnya sintetis.
  4. Meskipun tidak berbahan dasar kayu namun kesan kayu tetap dapat dihadirkan melalui printed surface.

Image

kekurangan dari penutup lantai Vinyl, antara lain:

  1. Warna yang mudah pudar terutama jika sering terekspos sinar matahari.
  2. Rentan terhadap goresan.
  3. Tingkat usia pakai lebih pendek dibandingkan dengan parket.
  4. Motif yang sama untuk setiap perulangan lembaran  karena motifnya yang “Printed”.
  5. Tekstur akhir yang sintetis membuat kesan artifisial cukup terlihat.

Pada saat ini material Vinyl yang terdapat di pasaran merupakan produksi dari Austria, Belgia, Jepang, Korea, dan China. Dari segi harga sangat bervariatif tergantung merek dan motifnya, namun bisa lebih terjangkau jika dibandingkan Parket.

 

C. Material Karpet

Image

Karpet terbuat dari berbagai bahan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kegunaan. Umumnya bahan Karpet difungsikan sebagai penutup lantai secara keseluruhan maupun hanya sebagai aksen ruangan. Karpet yang digunakan untuk penutup ruang secara keseluruhan dibagi 2, yaitu Carpet Roll dan Carpet Tile (karpet satuan).

Dari jenis materialnya, secara garis besar dapat dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu bahan Wool, bahan Nilon dan Polyester. Ketiga material Karpet tersebut memiliki tingkatan kualitas yang berurutan sesuai dengan urutan penyebutan pada artikel ini. Pemilihan dapat mengacu kepada kualitas jenis bahan, nuansa ruangan yang ingin dihadirkan, dan budget yang anda sediakan untuknya.

Kelebihan dari material Karpet sebagai penutup lantai, antara lain:

  1. Bersifat menyerap gelombang suara sehingga dapat meredam kebisingan.
  2. Dapat dipasang di permukaan beton yang cenderung tidak rata.
  3. Dapat memunculkan nilai estetika yang berbeda pada interior ruangan.
  4. Memiliki motif, warna, dan tekstur yang bervariasi sehingga memudahkan untuk menentukan pilihan sesuai dengan tema desain.

Kekurangan dari material Karpet sebagai penutup lantai, antara lain:

  1. Mudah terserang jamur akibat dari kelembaban yang berlangsung lama, tumpahan air, maupun proses pengeringan yang kurang maksimal setelah pencucian.
  2. Warna Karpet yang rentan memudar karena terkena sinar matahari dalam jangka waktu yang lama.
  3. Karpet mudah disisipi kotoran sehingga sangat rentan debu.
  4. Karpet rentan akan penyusutan yang disebabkan oleh proses pengeringan yang terlalu lama.
  5. Untuk Karpet yang berbahan wool, sangat rentan terhadap percikan api.

Sekian pembahasan kami mengenai beragam material penutup lantai lunak. Secara keseluruhan tentu dapat dipahami kelebihan dan kekurangan antara penutup lantai lunak dengan penutup lantai keras. Dan bahwasanya dari jenis-jenis penutup lantai lunak ini sendiri, anda memiliki kebebasan untuk memilih material yang sesuai dengan keinginan, dan kebutuhan.

Jika hendak mengkonsultasikan material apa yang sebaiknya dipilih untuk menghiasi ruang anda, silahkan hubungi: Sissy di +62878 8922 3930 atau di +6221 3600 7757.

Enjoy!😀

 

 

Diana Fransisca.

http://www.chijo-saki.com

 

One Response to “Penutup lantai lunak”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: