Mengenal Ragam Penutup Atap

12 Mar

Apa sajakah jenis material atap?  mana yang tepat untuk digunakan pada prancangan rumah Anda? Yuk, mengenal lebih jauh tentang ragam material penutup atap.

1. Genteng

Material penutup atap yang paling umum digunakan di Indonesia yaitu genteng. Saat ini terdapat beragam jenis bahan genteng, mulai dari jenis keramik, beton, dan metal

a. Genteng Keramik

genteng-keramik

Genteng keramik dibuat dengan berbahan dasar tanah liat, proses pembuatannya dimulai dari penyortiran materail tanah liat, lalu dicetak dan dipress dengan peralatan modern di pabrik besar, sehingga memiliki kekuatan, kepresisian, dan kerapihan yang tinggi. Proses terakhir yaitu pembakaran menggunakan suhu hingga 1200˚C, yang menjadikan tanah liat tersebut sangat keras seperti keramik. Karena diproses dengan peralatan modern, genteng keramik memiliki beragam pilihan warna dan finishing glazuur yang halus.

Meskipun berbahan baku tanah liat, dengan dilapisi glazur pada permukaannya, genteng keramik dapat terlindung dari resiko ditumbuhi lumut. Hal itu menjadikannya sangat cocok untuk hunian modern di perkotaan.

b. Genteng Beton

genteng beton2Bila dilihat dari bentuk dan ukurannya, genteng beton hampir sama dengan genteng tanah keramik , yang membedakannya ialah bahan dasarnya yaitu campuran pasir, semen, dan fly ash. Semua bahan tersebut dicampur dengan air  kemudian dicetak, lalu dikeringkan dan difinish menggunakan cat. Penggunaan fly ash  disini berfungsi sebagai filter untuk mengisi celah-celah diantara butiran pasir, untuk menjadikan genteng lebih padat dan kuat.

Genteng beton memiliki 2 (dua) bentuk, genteng beton bergelombang dan genteng beton flat. Kedua bentuk tersebut memiliki daya tutup yang hampir sama sekitar 11 buah genteng/m² dengan sudut kemiringan minimum 20°, dan harganya bervariasi bergantung pada merk.

Kelebihan genteng beton ialah lebih kuat dan lebih ekonomis, sementara kelemahan dari genteng ini bobotnya yang berat sehingga membebani struktur.

c. Genteng Metal

 

genteng metal aspal2

Genteng metal dihasilkan dari lembaran metal yang ditekan sehingga berbentuk lembaran lebar dan berpola seperti genteng, namun terdapat juga genteng metal dalam bentuk kepingan. Untuk pemasangannya, genteng metal lembaran akan ditanam pada balok gording rangka atap dengan sekrup. Sementara pemasangan genteng metal bentuk kepingan hampir sama dengan genteng keramik, hanya saja pada genteng metal terdapat pengkaitan antara satu keping genteng dengan keping lainnya.

Untuk meredam kebisingan air hujan, mengurangi daya hantar panas, serta menghilangkan kilap pada permukaan metal, maka pada permukaan bagian atasnya dilapisi dengan butiran pasir dan aspal yang direkatkan.

Keunggulan dari genteng metal, yaitu memiliki bobot yang cukup ringan dibandingkan jenis genteng keramik dan beton sehingga menghemat biaya rangka atap; ukuran yang besar mempercepat proses pemasangannya, sudut pemasangan yang dapat lebih landai daripada genteng beton dan keramik yaitu di angka minimum 5° , dan keamanan kepingan untuk lepas dari struktur rangka. Kelemahan dari genteng ini pada masa lalu ialah kemampuannya yang rendah untuk menginsulasi bising saat hujan. Namun seiring dengan perkembangan zaman, telah ditemukan teknologi yang membuat genteng ini mampu meredam bising dengan baik sehingga genteng jenis ini layak menjadi pilihan.

2. Asbes

Asbes merupakan material penutup atap yang terbuat dari asbes/asbestos, yaitu suatu biji mineral alami yang diolah sedemikian rupa dan menjadi suatu bahan bangunan yang siap untuk digunakan. Susunan berbagai serat asbes yang sangat halus dan kasat mata dengan berat yang sangat ringan.

Asbes memiliki karakteristik hampir sama dengan seng yang murah, ringan dan cukup tahan lama. Namun, yang membedakannya dengan material seng, asbes ini tidak menyerap panas sehingga membuat rumah lebih sejuk. Selain itu, ia memiliki cara pemasangan yang lebih mudah dan tidak membutuhkan banyak reng dibandingkan genteng. Kelemahan asbes adalah penampilannya yang tidak menarik, mudah retak bila terinjak dan dapat membahayakan kesehatan (memicu timbulnya kanker paru mesothelioma dalam jangka panjang). Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi, telah ada produk menyerupai asbes yang bebas serat asbestos.

3. Atap Sirap

atap sirap1

Sirap merupakan material penutup atap yang terbuat dari papan kayu dalam bentuk lembaran. Jenis kayu yang digunakan sebagai atap sirap yaitu jenis kayu ulin kalimantan atau yang lebih dikenal dengan sebutan kayu besi atau kayu bulian. Jenis kayu ini memiliki ketahanan yang baik terhadap suhu dan kelembaban, selain itu kayu ini dikenal tahan terhadap serangan hama rayap. Saat ini jenis kayu ulin merupakan jenis kayu yang dilindungi dan dibatasi peredarannya oleh pemerintah. Hal ini menjadikannya semakin sulit untuk ditemukan dipasaran. Namun, sebagai alternatif penggantinya terdapat jenis atap sirap yang berasal dari kayu merbau, kayu benuas dan lainnya.

Keunggulan dari jenis atap ini ialah; daya penyerapan panas yang cukup baik sehingga ruangan menjadi lebih sejuk, selain itu masa umur kayu yang tahan lama dapat mencapai puluhan tahun. Sedangkan kekurangannya ialah; membutuhkan perawatan yang ekstra, sulit untuk melakukan pemasangan, penggantian dan perbaikan, rentan terhadap bahaya kebakaran bila tidak dilapisi dengan lapisan anti panas, dan harga yang mahal.

4. Plat Beton

Plat beton merupakan jenis penutup atap yang terbuat dari kombinasi antara besi dan cor beton. Jenis atap ini memiliki bentuk datar dengan kemiringan kurang dari 5˚ dan biasa digunakan pada bangunan modern minimalis. Konstruksi atap beton harus didesain dan diproses dengan baik, karena proses pembuatan yang kurang baik beresiko kebocoran.

Keunggulan dari jenis atap ini ialah kekuatan yang besar, dan memudahkan di dalam perencanaan untuk melakukan penambahan bangunan secara vertikal.

Sedangkan kekurangan dari atap plat beton yaitu resiko kebocoran yang tinggi sehingga harus diberikan porteksi, dengan waterproofing, selain itu atap ini mudah ditumbuhkan jamur dan lumut, serta waktu pembuatan dan pengeringannya yang relative lama.

Demikian pembahasan kami mengenai ragam penutup atap, jadi material yang manakah yang menjadi pilihan Anda?😀

 

-Diana Fransisca-

http://www.chijo-saki.com

(021) 3600 7757

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: