Archive | May, 2014

Arsitektur Hijau dengan Inner Courtyard

22 May

Readers, apakah yang terlintas dipikiran Anda ketika mendengar kata “Inner Courtyard” ? Ditengah booming-nya trend green architecture, Inner Courtyard menjadi salah satu elemen yang sering dikaitkan dengan ‘rumah hijau’.

Inner-Courtyard

Inner Courtyard (patio) atau yang lebih dikenal dengan sebutan pelataran dalam, merupakan sebidang lahan di area dalam rumah yang difungsikan sebagai taman. Bila ditilik dari fungsinya, Inner Courtyard memiliki fungsi yang sama dengan fungsi taman pada umumnya, yaitu untuk membersihkan udara di sekitar rumah, tempat bersantai, serta menambah estetika rumah itu sendiri. Jika dibandingkan dengan Front Yard maupun Back Yard, Inner Courtyard memiliki beberapa keunggulan. Berikut ini perbandingan Inner Courtyard, Front Yard, dan Back Yard :

tabel inner courtyard

Pada pengaplikasiannya, Inner Courtyard dapat dikreasikan sesuai dengan luasan area yang tersedia. Bagi rumah dengan lahan terbatas, pilihan kreasi Inner Courtyard yang cocok diaplikasikan adalah jenis taman kering. Mengapa begitu? Karena jika dilihat dari pengaplikasian dan perawatannya, jenis taman ini sangat praktis. Anda tidak memerlukan waktu maupun biaya ekstra untuk merawatnya.

Pada jenis taman kering ini, anda dapat meletakkan beberapa tanaman hias sebagai main item taman Anda. Ada berbagai jenis tanaman yang cocok untuk diaplikasikan pada Inner Courtyard, misalnya Sansevieria (lidah mertua), Kaktus, Aglaonema, cemara udang, patah tulang, dan masih banyak lagi. Untuk sentuhan akhir, letakkan taburan batu koral di sekitarnya atau Anda dapat mempermanis taman Anda dengan menambahkan stepping stone dan gentong air tradisional sebagai aksen. Atau bila memiliki space yang cukup Anda bisa meletakkan bangku sebagai tempat bersantai.

inner-courtyard

Sedangkan untuk Inner Courtyard dengan space yang lebih luas, Anda dapat mengaplikasikan jenis taman basah. Anda bisa mengkreasikannya dengan menambahkan kolam ikan atau beberapa aksen lainnya seperti air mancur dan patung. Kanopi dan bale-bale pun tak boleh ketinggalan jika Anda ingin betah berlama-lama di taman Anda.

Namun sebenarnya Anda bebas memilih jenis tanaman dan berbagai aksen tambahan pada Inner Courtyard sesuai dengan keinginan Anda. Jadi, silahkan berkreasi dan selamat mencoba! 🙂

 

– Dea Argadita –

http://www.chijo-saki.com

(021) 3600 7757

Rumah Sehat Dengan Skylight

6 May

 

Salah satu ciri dari rumah sehat yaitu cahaya matahari yang masuk kedalam rumah dalam porsi yang cukup. Cukup yang dimaksud disini ialah cahaya matahari yang masuk kedalam rumah tidak berlebihan sehingga menyilaukan mata, serta tidak kekurangan yang menjadikan ruangan tersebut akan menjadi lembab. Akses masuk cahaya matahari biasanya berasal dari pintu-pintu maupun jendela-jendela. Lalu, bagaimana dengan ruangan-ruangan yang tidak memiliki akses masuknya cahaya matahari karna terbatasi oleh tembok?

 

Menjawab pertanyaan tersebut, pada saat ini bersamaan dengan booming-nya trend green architecture, muncul terobosan baru yaitu skylight. Skylight merupakan atap transparant/bening yang memiliki fungsi serupa dengan jendela, hanya saja posisi skylight ini dipasang pada atap dinding. Skylight ini menjadi solusi praktis untuk tetap bisa menghadirkan cahaya pada ruangan-ruangan dengan akses masuknya cahaya matahari yang sulit.

SKYLIGHT1

Selain berfungsi menghadirkan cahaya matahari kedalam ruangan, skylight juga memiliki beberapa fungsi lainnya, yaitu:

ü  Menghemat penggunaan listrik disiang hari, karena menggunakan pencahayaan alami yang bersumber dari sinar matahari.

ü  Memberi nilai estetika tersendiri bila ditempatkan pada posisi yang tepat.

ü  Untuk jenis skylight yang memiliki bukaan, juga dapat menjadi akses terjadinya pertukaran/sirkulasi udara dalam ruangan.

 

Material skylight sendiri beragam mulai dari yang berasal dari kaca, seperti kaca temper (sejenis kaca mobil), kaca laminated dsb. Selain kaca, material skylight yang umum digunakan ialah: fiberglass, solar tuff, dan polycarbonat. Nah, berikut ini perbandingan dari jenis-jenis material tersebut.

 

 

No Perbandingan Jenis Kaca Fiberglass/Polycarbonat/ Solar Tuff
Pemasangan Pada sambungan antara kaca dengan alumunium / besi, harus menggunakan klem (penjepit)  khusus dan agar tidak bocor, sambungannya ditutup dengan sealent. teknik pengaplikasinya cukup mudah karena biasanya pada bagian atas konstruksinya akan langsung disekrup.
Bentuk Persegi, persegi panjang, lingkaran, limas. Cenderung pada bentuk-bentuk datar. Lebih variatif dibandingkan jenis kaca.   Persegi, tabul oval, dan lingkaran (mengakomodir jenis skylight dengan bentuk – bentuk lengkung)
Ketahanan Jenis kaca lebih tahan terhadap tekanan dan pilihlah jenis kaca temper karna bila pecah tidak membahayakan penghuni didalamnya Tingkat daya tahannya masih dibawah jenis kaca.
Daya serap panas Untuk jenis kaca stop sol, mampu meredam panas hingga 60% Cara mensiasati penyerapan panas dilakukan melalui pemilihan warna material.

 

Bila dilihat dari penempatannya, sesuaikanlah penempatan skylight secara tepat. Anda bisa menempatkannya pada ruang tengah / ruang keluarga, teras, dapur, lorong-lorong, maupun ruang kerja. Namun, yang perlu diperhatikan adalah hindari menempatkan skylight pada area-area yang bersifat privat. Kecuali memang secara visual terhalang.

SKYLIGHT3

Sebagai penutup, sebaiknya luasan penggunaan skylight pada area dengan jumlah jendela yang cukup banyak, tidak boleh lebih dari 5% dari area lantai. Dan untuk  ruangan yang minim bukaan/jendela sebaiknya tidak lebih dari 15%  dari area lantai.

 

Demikian. Semoga bermanfaat^^

 

 

 

-Diana Fransisca-

http://www.chijo-saki.com

(021) 3600 7757