Home Theatre pada Ruang Mungil, bisa kah?

9 Jan

Hi, readers!

Dewasa ini kebutuhan ruang pada hunian/rumah semakin berkembang. Diluar kebutuhan ruang utama seperti kamar tidur, kamar mandi, dan dapur, salah satu ruang yang kini cukup dipertimbangkan kehadirannya ialah ruangan entertainment seperti home theater. Menghadirkan mini bioskop atau area khusus untuk menikmati aneka tontonan film melalui perangkat audio dan video tentunya memberikan kenyamanan tersendiri bagi penghuni didalamnya. Namun, sebuah home theatre memerlukan ketersediaan space ruangan yang memadai. Lalu bagaimana dengan pengaplikasian home theatre pada ruang yang dikategorikan mungil?

home T 12

Untuk menghadirkan mini bioskop yang menyerupai konsep bioskop tentu membutuhkan ruangan yang tidak kecil. Terlebih lagi, ketajaman gambar yang terlihat pada sebuah layar projector akan terlihat sempurna pada jarak tertentu. Namun jangan khawatir, alternatif yang dapat dilakukan yaitu dengan meletakkan sofa duduk alih-alih meletakkan reclaining chair yang akan membuat ruangan terasa sempit. Berbeda halnya apabila Anda memang memperuntukkan ruangan ini bersifat pribadi atau hanya untuk Anda bersama pasangan saja. Selain itu, perhatikan juga jarak horizontal minimum yang harus dibuat antara layar tonton dengan mata pengguna, yang sebesar 3 meter. Hal ini adalah demi kenyamanan visual pengguna ruangan. Untuk peletakkan barang, pusatkan pemosisiannya pada dinding layar / TV atau dinding di sampingnya. Sehingga sebagian besar peruntukan ruang dapat dimanfaatkan sebagai area sirkulasi & tempat duduk pengguna ruang.

iwallpaneling karim-rashid-sound-absorption-panel-1-450x359

Untuk Treatment akustik atau peredam serap suara Home Theater penting diadakan agar suara di dalam ruang tidak bergema dan hasil kualitas suara jernih terdengar. Secara sederhana, material peredam serap suara yang baik adalah yang memiliki sifat ringan, berpori, & tidak dapat meredam getaran, seperti Glasswool, Karpet, maupun Papan akustik fabrikasi. Dengan material peredam serap suara seperti ini, Bapak dapat menentukan bentuk finishing lapis dalam dinding interior yang di inginkan. Seperti misalnya dinding panel geometris ataupun “Cushion wall” pada contoh yang saya berikan. Untuk Wiring electrical component dapat ditempatkan melalui plafond sampai di balik treatment akustik ini sehingga ruangan bebas dari kabel. Letakkan beberapa titik lampu spotlight di sudut-sudut ruangan, untuk mempertegas warna & tekstur dinding akustik atau hanya sebagai cahaya aksen demi mempercantik ruangan Anda.

home T 11

Langkah terakhir adalah menentukan tema warna. Bapak dapat mengkombinasikan warna-warna menyala seperti merah dan pink atau orange dengan aksen hijau untuk ruang dengan mood psikologi yang ceria, atau kombinasi serat kayu serta cahaya kuning temaram untuk ruang dengan mood psikologi yang hangat dan tenang. Material cat, kain, maupun Laminated Sheet dengan tekstur kayu dapat menjadi pilihan untuk finishing interior Home Theater.

Bagaimana? Berminat menghadirkan home theatre pada hunian Anda? Selamat berkreasi!:)

(Artikel ini dimuat pada tabloid Home Bintang Edisi 297, kolom; Tanya Arsitek)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: