Archive | Design and Application RSS feed for this section

Pencahayaan dan Arsitektur 1

10 Dec

index
Pencahayaan atau lighting adalah salah satu elemen penting yang perlu dipertimbangkan dalam perancangan interior maupun arsitektur. Pencahayaan atau lighting, selain berfungsi sebagai penerangan juga dapat dijadikan sebagai aksesoris untuk memberi nilai estetika sebuah ruang maupun fasad. Untuk merancang penataan cahaya yang baik, mari kita ketahui terlebih dahulu 2 kalisifikasi utama pencahayaan.

Pencahayaan terbagi menjadi dua berdasarkan sumbernya. Yaitu: Pencahayaan alamiah atau daylighting dan pencahayaan buatan atau biasa disebut dengan artificial lighting.

a.Pencahayaan Alamiah (Daylighting)
images2
Pencahayaan alamiah adalah pencahayaan yang bersumber dari sinar matahari yang muncul dari pagi menjelang siang hingga sore hari. Kelebihan dari pencahayaan ini adalah hemat biaya, karena tidak bergantung kepada energi listrik, serta tidak membutuhkan perawatan instalasi seperti pencahayaan buatan. Namun kerugiannya ada pada intensitas cahaya yang tidak dalam kendali manusia. Akibatnya, hasil pencahayaan kerapkali tidak konsisten. Pada umumnya pencahayaan alamiah diperoleh melalui pintu, jendela, atau dengan cara memasang jendela kaca di atap (skylight).

b. Pencahayaan Buatan (Artificial Lighting)

Pencahayaan buatan merupakan pencahayaan yang memanfaatkan teknologi buatan manusia atau energi olahan seperti lampu. Pencahayaan buatan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan cahaya pada siang maupun malam hari, dan terutama untuk kebutuhan cahaya di dalam ruang. Tujuannya adalah, untuk membantu indra visual manusia melakukan aktivitasnya dengan tepat.

Dalam penempatannya, intensitas sumber cahaya harus bersifat tetap, merata, tidak menyilaukan, tidak kedap-kedip, dan sehat untuk mata. Kelebihan dari konsep pencahayaan buatan adalah, intensitas cahaya yang lebih stabil serta pilihan warna yang bervariasi. Sementara itu kerugiannya adalah, memerlukan perawatan untuk sumber cahaya dan instalasinya. Selain itu, pencahayaan ini sangat bergantung pada energi buatan sehingga membutuhkan biaya.

Berdasarkan pengaplikasiannya, pencahayaan terbagi menjadi dua cara, yaitu sistem pencahayaan langsung dan tidak langsung. Berikut definisninya:

a. Sistem Pencahayaan Langsung

Sistem pencahayaan langsung merupakan penempatan sumber cahaya secara langsung pada permukaan bidang aplikasi, baik dalam pencahayaan alami maupun pencahayaan buatan. Permainan cahaya langsung memunculkan efek bayangan yang kuat serta menjadikan beberapa bidang tak tersinari.
Tujuan dari sistem pencahayaan ini adalah, mengoptimalkan penerangan umum untuk meningkatkan intensitas cahaya ruang, agar mendukung kegiatan yang ada di ruangan tersebut. Pengaturan yang tepat dan cermat dalam peletakan titik cahaya langsung akan memberikan kesan tegas, fungsional, dan nyaman.

b. Sistem Pencahayaan Tidak langsung

Sistem ini merupakan sistem yang menempatkan sumber cahaya dibalik suatu bidang aplikasi, dan memanfaatkan refleksi cahaya dari balik bidang tersebut untuk membentuk kesan cahaya tertentu. Permainan cahaya tidak langsung menghasilkan efek gradasi dan bayang-bayang pada bidang yang tidak terkena cahaya.
Sistem pencahayaan ini memiliki tujuan utama yaitu untuk menegaskan kesan tertentu dari suatu ruang, atau membentuk batasan pada suatu bidang aplikasi.

small-bedroom-lighting

Dengan ini, anda sudah memahami definisi dari 2 jenis pencahayaan yang utama dan aplikasi pencahayaan langsung maupun tidak langsung. Berikut akan kami jelaskan mengenai hal-hal yang harus diperhatikan dalam perancangan cahaya alami maupun buatan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengaturan Pencahayaan Alami:

  • Menyesuaikan lebar jendela yang akan digunakan dengan lebar ruangan, agar cahaya yang diserap tidak terlalu banyak ataupun sedikit.
  • Menghindari peletakan jendela di sisi barat dan timur. Hal ini dikarenakan indonesia terletak pada kawasan tropis, dimana sinar matahari dapat menjadi terlalu terang dan terlalu panas.
  • Bila memang terpaksa membuat jendela yang menghadap ke sisi tersebut, sebaiknya diberikan pembatas atau filter seperti kisi-kisi, pepohonan, ataupun overhang.
  • Untuk penggunaan skylight, pastikan bahwa skylight tersebut tidak memiliki celah yang memungkinkan masuknya air hujan.

Pengaturan Pencahayaan Buatan juga memerlukan perhatian. Bahkan ekstra perhatian. Hal ini dikarenakan pencahayaan ini bergantung kepada energi buatan. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengaturan Artificial Lighting:

cool_design_feng_shui_living_room_with_modern_interior_and_lighting-www-ventasalud-com-cool-design-feng-shui-living-room-with-modern-interior-and-lighting

  • Pemilihan penggunaan lampu sesuai dengan kegiatan yang terjadi didalam ruang. Setiap jenis aktivitas memiliki kebutuhan intensitas cahaya yang berbeda. Sebagai contoh pencahayaan pada kamar tidur sebaiknya tidak terlalu terang dan silau, agar memberikan efek nyaman pada saat beristirahat. Sebaliknya, ruang dengan aktivitas yang tinggi seperti ruang kelas membutuhkan pencahayaan yang cukup terang, sehingga mampu mengakomodir indra visual pengguna ruangnya secara optimal.
  • Pengaturan posisi peletakan cahaya buatan dengan baik, agar menghasilkan cahaya atau sinar yang tepat guna. Yaitu ketika posisi jatuh cahaya sesuai kebutuhan maupun keinginan.
  • Berdasarkan jenisnya, lampu terdiri dari beberapa tipe dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sebaiknya, sebelum melakukan pemilihan jenis lampu, kenali terlebih dahulu jenis-jenis lampu yang akan dipergunakan agar sesuai dengan kebutuhan secara optimal dan mengefisienkan biaya yang dikeluarkan.
  • Pemilihan warna lampu juga perlu disesuaikan dengan fungsi penerangan dan fungsi ruangan itu sendiri. Jika nilai estetika dengan permainan tema yang ingin ditonjolkan, maka dapat menggunakan warna-warna unik sepeti biru atau ungu.

Seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan pencahayaan saat ini bukan saja sebagai pemenuh kebutuhan fungsional, tetapi juga kebutuhan estetika terhadap desain interior maupun arsitektur.

Akhir kata, Oleh karena pembahasan lebih dalam mengenai tema ini dapat menjadi cukup panjang, maka akan kami lanjutkan di kesempatan selanjutnya.

Semoga menginspirasi 🙂

 

Diana Fransisca.

http://www.chijo-saki.com

(021) 3600 7757

Advertisements

Rumah Sehat Dengan Taman

7 Nov

Rumah yang baik tidak hanya dinilai dari tampilan fasad yang bagus ataupun struktur yang kokoh. Namun rumah yang baik adalah yang juga mampu mengakomodir tempat tinggal yang sehat bagi penghuninya. Tentunya anda setuju, bahwa tempat tinggal yang sehat adalah rumah yang bersih, rapih, serta memiliki sirkulasi udara yang baik.

Salah satu cara menciptakan rumah yang sehat adalah dengan membuat taman kecil atau besar disekitar maupun di dalam rumah. Taman pada rumah memiliki berbagai manfaat dari segi kesehatan dan keindahaannya. Berikut ini akan kami jabarkan manfaat dari taman pada rumah. Antara lain yaitu:

1. Memberi Nilai Estetika
Sebuah taman pada rumah akan memberikan sentuhan yang berbeda. Dengan adanya taman, rumah akan terlihat lebih indah dan asri, serta dapat menghadirkan kesan terlepas dari ruang tertutup.

2. Penerangan Alami
Taman pada rumah dapat dijadikan tempat untuk menyerap sinar matahari, sehingga penerangan alami dapat dioptimalkan, serta dapat menghemat penggunaan listrik di siang hari.

3. Memperlancar Sirkulasi Udara
Ruang yang baik haruslah menganut sistem cross ventilation atau udara mengalir lurus dari satu sisi ke sisi yang lain. Dengan Adanya taman maka, sistem ini akan mudah dilaksanakan. Rumah yang sehat akan tercipta jika udara mengalir lancar di dalam rumah.

4. Sebagai Tempat Melepas Penat
Timbulnya perasaan gelisah, stress maupun perasaan tidak nyaman lainnya biasanya disebabkan oleh aktifitas yang mononton. Maka, taman sebagai ruang yang bersifat alami dapat dijadikan tempat untuk memperoleh udara segar sekaligus melepaskan kepenatan.

5. Penyalur Hobi
Bagi sebagian orang dengan hobi bercocok tanam terutama bagi ibu rumah tangga, taman pada rumah akan memudahkan mereka dalam menyalurkan hobinya tanpa harus keluar rumah.

Ada pun beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat taman pada rumah, adalah sebagai berikut:

a. Menentukan tema. Dalam merancang taman langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan tema yang akan diterapkan sebelum melanjutkan ke tahap lainnya. Tema yang saat ini umum menjadi referensi diantaranya: Jepang, Bali, Tropis, dan minimalis.

Sebaiknya, dalam menetukan tema harus disesuaikan dengan luasan lahan. Bila lahan yang tersedia cukup luas, anda dapat memilih model taman dengan jenis landscape yang beragam seperti tema Bali, ataupun Jepang. Namun bila lahan yang tersedia terbatas, sebaiknya pilihlah tema yang sederhana seperti model minimalis dengan sedikit detail pada desainnya. Tema yang telah dipilih dapat dijadikan sebagai acuan untuk memilih tanaman, bunga ataupun ornamen yang mendukung tema terpilih.

b. Persiapan kedua yang perlu dilakukan adalah pembuatan instalasi. Instalasi listrik dan air harus dirancang dengan baik sehingga aman dan tidak menggangu perancangan maupun aktifitas pada taman. Terlebih jika pada taman akan diadakan kolam dengan pancuran air.

c. Tahap selanjutnya yaitu pemilihan tanaman.

Tanaman pada taman disebut juga dengan softscape. Softscape perlu dipilih secara cermat dan disesuaikan kondisi lahan taman yang disediakan, intensitas matahari, serta suhu udara dan kelembaban.
Sebagai contoh, apabila lokasi taman akan terkena banyak sinar matahari, sebaiknya pilihlah tanaman yang kuat terhadap sinar matahari, karena jika sebaliknya maka akan menyebabkan tanaman tidak berkembang atau mati.

Taman akan terlihat menarik jika memiliki tanaman yang bervariasi. Pilihlah tanaman yang berbeda-beda dari segi ukuran, jenis, ataupun warna, sehingga tidak monoton. Warna pada tanaman muncul dari warna bunga atau warna daunnya. Juga, penting untuk tetap memperhatikan keserasian posisi peletakkan tanaman agar taman terlihat rapih dan menarik.

d. Pemilihan Hardscape. Taman akan terlihat indah dan menarik jika selain dari permainan softscape dilakukan juga pemilihan Hardscape yang tepat. Hardscape antara lain adalah: pot tanaman, batu-batuan, pasir maupun benda pendukung lain akan memberikan kesan lebih pada taman. Jika penentuan tema taman telah dilakukan, permainan softscape dan hardscape akan lebih mudah dilakukan.

Permainan hardscape berkaitan dengan anggaran yang harus dialokasikan. Oleh karenanya perhitungan anggaran yang tepat terkait dengan perancangan yang cermat.

e. Poin yang terakhir dari perencanaan taman adalah pencahayaan atau lighting. Pencahayaan yang tepat akan memberikan kesan indah terutama di malam hari. Contoh pencahayaan yang bisa dilakukan misalnya dengan memasang lampu taman atau lampu sorot taman yang mengeksploitasi satu tanaman sebagai fokusnya. Dengan adanya pencahayaan ini anda dapat tetap menikmati keindahan taman dan suasana yang sejuk pada malam hari.

Adanya taman di area rumah merupakan langkah positif dalam menanggapi isu global warming saat ini. Begitu banyak manfaat yang diperoleh dari pemanfaatan lahan sebagai taman. Jadi, mari ciptakan taman impian untuk rumah idaman anda. Go green!
Selamat mencoba 🙂

 

Diana Fransisca.

http://www.chijo-saki.com

(021) 3600 7757

Mendesain Ruang Kantor 2

12 Oct

Pada artikel sebelumnya telah kami bahas langkah untuk menentukan tema desain sebuah kantor.

Kali ini akan kami bahas kebutuhan ruang-ruangnya.

Apa saja sih, standar kebutuhan ruang kantor? Mari, kita scroll down pelan-pelan… 😉

Kebutuhan ruang kantor terbagi menjadi 3, antara lain :

 

1. Ruang kerja

Kantor ala Jones Lang Lasalle

Ruang kerja merupakan ruang terpenting dari suatu kantor, karena disinilah tempat dari aktivitas utama. Adapun penerapan ukuran ruang yang tepat dapat menghasilkan lingkungan kerja yang nyaman, efektif dan efisien. Berikut rekomendasi ukuran minimum bagi ruang kerja karyawan :

1 Ruang kerja untuk menulis + komputer = 4 m²
2 Meja tambahan untuk menaruh file (meja kerja L) = 1 m²
3 Cabinet untuk menaruh file/arsip = 1 m²
4 Ruang untuk rapat kecil = 1.5 m²

Ruang kerja dapat dibagi menjadi beberapa tipe, yaitu :

a. Ruang kerja terbuka (Luas 6 m²/workstation)

ANZ-business-centre-workspace-582x379

Adalah ruang kerja terbuka tanpa sekat untuk suatu divisi perusahaan yang jumlah karyawannya lebih dari 10 orang, dan intensitas komunikasi yang tinggi serta tingkat konsentrasi bekerja yang rendah. Kelebihan dari ruang ini yaitu efisien dalam penggunaan ruang, serta lebih mudah dalam pengaturan ulang layout-nya. Akan tetapi, penempatan ruang ini harus dijauhi dari area yang tinggi tingkat sirkulasi. Dan perlu diperhatikan pengaturan akustik ruang agar dapat meredam kebisingan.

b. Ruang kerja bersama untuk divisi/ tim (Luas 6m² atau 7,5m² bila terdapat meja rapat kecil)

Adalah ruang kerja semi terbuka untuk divisi suatu perusahaan yang beranggotakan 2-8 orang, dengan intensitas komunikasi internal yang rutin dan kebutuhan tingkat konsentrasi kerja yang tinggi.

Terdapat pula ruang kerja bersama yang dibuat dengan sekat tertutup yang bertujuan untuk mendapatkan privasi, kerahasiaan dari pekerjaan yang sedang dikerjakan. Pengaturan meja pada ruang ini dapat disusun berhadapan atau saling membelakangi. Sebaiknya penempatan ruang kerja ini dijauhkan dari arus sirkulasi umum agar tidak terjadi gangguan konsentrasi.

c. Kubikel (Luas 6 m²/workstation)

Adalah ruang kerja bersekat semi terbuka untuk 1 orang karyawan yang membutuhkan konsentrasi cukup tinggi dalam pekerjaan, serta intensitas komunikasi dengan pihak luar yang tidak banyak. Pada tipe ini harus diperhatikan faktor penerangan yang baik agar diperoleh kenyamanan kerja yang tepat.

d. Ruang kerja privat (Luas 9 m²/workstation)

Adalah ruang kerja bersekat tertutup untuk 1 orang yang memiliki peranan penting bagi perusahaan serta lingkup kerja yang memerlukan tingkat konsentrasi yang tinggi. Ruang ini biasanya dilengkapi tempat untuk menerima tamu atau mengadakan rapat internal kecil. Sebaiknya penempatan ruang ini berada dekat dengan jendela agar mendapat penerangan alami yang berfungsi untuk menghadirkan kenyamanan psikologi pengguna ruang.

e. Ruang kerja bersama/shared (Luas 6m² atau 7,5m² bila terdapat meja rapat kecil)

Adalah ruang kerja bersekat tertutup untuk 2-3 orang yang membutuhkan kolaborasi kerja dalam tim. Pengaturan meja dapat disusun berhadapan/saling membelakangi, tergantung dari tingkat komunikasi dan interaksi yang dibutuhkan. Kekurangan dari tipe ini adalah membutuhkan partisi yang lebih banyak serta sulit untuk mengatur ulang ruang apabila dibutuhkan.

 

2. Ruang Rapat

Ruang rapat dibagi dalam beberapa kriteria, hal ini bergantung dari jumlah orang yang akan menghadiri rapat, dan tingkat kepentingan dari rapat tersebut. Berikut ini jenis-jenis ruang rapat, yaitu :

a. Ruang rapat kecil (Luas 2 m²/orang)

Adalah ruang rapat tertutup untuk 2-4 orang yang bisa digunakan untuk rapat formal maupun informal.
Biasanya pada layout kantor ruang ini diletakkan di area dalam kantor, karena hanya digunakan oleh karyawan yang ingin berdiskusi casual.

b. Ruang rapat besar (Luas 2m²/orang)

Adalah ruang rapat untuk 5 sampai dengan 10 orang lebih. Letak ruang ini sebaiknya berdekatan dengan pintu masuk kantor untuk mengakomodir kemudahan tamu dari luar kantor yang akan mengikuti rapat.

c. Meeting point (Luas 1m²/orang)

Adalah ruang berukuran kecil, berkapasitas antara 2-4 orang, biasa digunakan tim untuk berdiskusi sebelum melanjutkan ke rapat besar dengan tim lainnya. Letak ruang ini sebaiknya berdekatan dengan pintu masuk dan ruang rapat besar.

3. Ruang Pendukung

Pada umumnya interaksi dan komunikasi antar karyawan dari berbagai divisi terjadi didalam ruang pendukung, karena ruang pendukung biasanya digunakan bersama oleh para karyawan dari setiap divisi. Dan berikut ini ruang pendukung yang terdapat dalam sebuah kantor, antara lain :

a. Ruang arsip

yaitu ruang terbuka/tertutup dengan luas minimum 1m²/lemari kabinet yang digunakan untuk menyimpan dokumen yang masih digunakan maupun yang disimpan sebagai arsip perusahaan. Kelebihan dari lemari dokumen yang ada sekarang adalah ia dapat juga digunakan sebagai divider (pembagi) ruang. Sehingga kadang tidak perlu dibuatkan ruang khusus pengarsipan jika tidak prioritas.

b. Gudang

yaitu ruang tertutup untuk menyimpan alat-alat kebutuhan kantor dengan luas minimum 1 m²/lemari cabinet. Ruang ini dapat diletakkan dibagian dalam kantor karena ruang ini tidak membutuhkan banyak cahaya.

c. Area printer dan fotokopi

Adalah ruang terbuka/semi tertutup yang dilengkapi fasilitas seperti printer, scanner dan mesin fotokopi. Sebaiknya diletakkan di area tengah kantor untuk memudahkan akses karyawan.

d. Area pantry

Yaitu ruang terbuka/semi tertutup dimana karyawan dapat mengambil maupun menyiapkan makanan/minuman. Ruang ini dapat diletakkan dibagian dalam kantor dikarenakan tidak membutuhkan banyak cahaya alami.

e. Area beristirahat

Yaitu ruang semi terbuka/tertutup dengan luas 2m²/kursi dimana karyawan dapat rehat sebentar dari pekerjaannya. Sebaiknya diletakkan dekat dengan pencahayaan alami yang berpengaruh terhadap psikologi pengguna.

f. Area locker

Yaitu ruang terbuka/semi tertutup berisi lemari tempat karyawan menaruh barang-barang pribadi.

g. Ruang merokok

Yaitu ruang tertutup dengan luas 1,2 m²/perokok untuk karyawan yang ingin menghisap rokok. Idealnya diletakkan dekat dengan ruang istirahat atau pantry.

h. Perpustakaan

Yaitu ruang semi terbuka/tertutup dengan luas minimum 1 m²/kabinet tempat karyawan mencari data dari buku, jurnal, majalah maupun internet.

i. Ruang tunggu

Yaitu ruang terbuka/semi tertutup dengan luas 2 m² dimana tamu kantor yang telah memiliki perjanjian/ belum dapat menunggu sebelum bertemu dengan karyawan yang dituju.

Sangat bisa, setiap perusahaan memiliki kebutuhan ruang yang berbeda. Oleh sebab itu, proses perencanaan yang tepat memegang peranan yang cukup penting.

Semoga bermanfaat, sampai bertemu di pembahasan tema lain, dan…. Selamat berkreasi 😉

 

Bryane Soemarno, S.Ars.

http://www.chijo-saki.com

(021) 3600 7757

Pengaruh Warna terhadap psikologi manusia

25 Sep

Mari perhatikan keadaan di sekeliling kita. Terdapat berbagai objek dengan warna yang bervariasi. Apakah anda tahu bahwa warna-warna tersebut memiliki efek terhadap psikologi manusia?

Sebelum kita mencari tahu apa saja pengaruh psikologi dari warna, mari kita ketahui dahulu apa definisi dan jenis pengelompokan warna.

Menurut Ensiklopedi Indonesia, warna adalah gejala yang timbul karena suatu benda memantulkan cahaya yang mengenainya. Warna memiliki nilai yang ditentukan oleh tingkat kecerahan atau kesuraman yang dipengaruhi oleh penambahan warna putih atau hitam. Ada kurang lebih 7 juta variasi warna yang berbeda, dan mata manusia yang normal, dapat menangkap perbedaan warna-warna tersebut.

Secara umum warna dikelompokan menjadi empat kelompok, yaitu sebagai berikut:

Warna Netral

warna4

Warna netral yaitu warna-warna yang tidak lagi memiliki kemurnian warna atau bukan merupakan warna primer maupun sekunder. Warna ini merupakan percampuran ketiga komponen warna tersebut  dalam komposisi yang berbeda. Contoh warna netral adalah percampuran dari yellow green, orange red, dan blue purple.

Warna Kontras

warna5

Warna kontras yaitu warna yang terkesan berlawanan dengan yang lainnya. warna kontras bisa diperoleh dari warna yang beseberangan (memotong titik tengah segitiga) terdiri dari warna primer dan sekunder. namun tidak menutup kemungkinan untuk membentuk kontras warna dengan mengolah nilai kemurnian warna  ataupun memutar wheel color.

Contoh warna kontras diantaranya kuning dengan ungu, biru dengan jingga dan merah dengan hijau.

Warna Dingin

Warna dingin yaitu kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran didalam lingkaran warna mulai dari hijau hingga ungu.

warna7

Warna Panas

Dan yang terakhir warna panas, yaitu kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran didalam lingkaran warna mulai dari merah hingga kuning.

Dari setiap pengelompokan warna diatas.  Menurut Kaina dalam buku “Colour Therapy”, warna juga memiliki pengaruh terhadap psikologi, emosi serta cara bertindak manusia. Antara lain sebagai berikut:

  •  Warna menciptakan daya tarik manusia sehingga semakin bergairah terhadap suatu hal.
  • Permainan warna dapat mempengaruhi emosi seseorang.
  • Penggunaan warna yang tepat dapat memberikan ketenangan, konsentrasi, kesan gembira, serta membangkitkan energi yang membuat seorang menjadi aktif dalam melakukan kegiatannya.
  • Sebagai salah satu alat bantu komunikasi non verbal yang bisa mengungkapkan pesan secara instan dan mudah diserap makna nya.

Berikut adalah pengaruh tiap-tiap warna terhadap psikologi manusia:

Merah

Merah merupakan warna yang memberikan inspirasi power, energy, kehangatan, cinta, nafsu, dan agresi. Warna merah biasanya dapat memicu tingkat emosional seseorang sekaligus warna yang paling sering menarik perhatian.

Kuning

Kuning merupakan warna cerah yang dapat memberikan efek positif, menciptakan rasa optimis, meningkatkan rasa percaya diri, dan menggambarkan harapan. Warna cerah ini juga merangsang otak serta membuat manusia lebih waspada dan tegas. Warna kuning dapat menarik perhatian dikarenakan jumlah cahaya yang terpantul darinya lebih banyak dibandingkan warna-warna lain.

Orange

Orange merupakan warna yang membawa sifat kecerian, ambisi, serta energik. Biasanya warna orange berkaitan dengan  keamanan sensualitas, sikap yang menyenangkan, dan pemicu selera makan seseorang. Warna orange juga menggambarkan keakraban, keramahan dan pemberi efek rasa nyaman.

Hijau

Hijau merupakan warna yang berkaitan dengan alam. Hal ini dikarenakan warna pepohonan yang hijau. Hijau dianggap sebagai warna yang memberikan efek ketenangan, rileksasi, kemudahan, dan sarana penyeimbang emosi seseorang.

Biru

Biru merupakan warna yang  menjadi symbol dari kepercayaan, konsistensi, dan pemacu konsentrasi. Namun dominasi warna biru akan menimbulkan kesan kaku, tidak akrab, dan tidak punya ambisi, serta pemicu timbulnya keraguan.

Coklat

Warna coklat identik dengan sesuatu yang bersifat natural. Mencerminkan keseriusan, kehangatan, dan sifat yang dapat dipercaya. warna coklat hampir disamakan dengan warna hitam namun coklat lebih menunjukan kelembutan.

Hitam

Warna hitam dapat menunjukkan kesan elit, keanggunan, mempesona, serta keteguhan. Namun warna hitam juga memberikan kesan negatif seperti kehampaan, ketakutan, kesedihan, putus asa, dosa, dan identik dengan warna kematian.

Putih

Putih melambangkan kesucian/kemurnian, lemah lembut, ketepatan, dan kebersihan. Penggunaan warna putih yang cerah dapat memberikan kesan luas, bersih, dan eksotik pada sebuah ruangan. Warna putih banyak di gunakan di rumah sakit untuk menciptakan kesan bersih dan steril.

(Sumber: Leatrice Eisman)

Akhir kata, warna tidak hanya mempercantik sesuatu yang berkaitan dengannya, tetapi juga berkontribusi terhadap kondisi psikologi orang disekitarnya. Oleh karena itu, penentuan penggunaan warna yang tepat erat berkaitan dengan sebuah desain yang baik. Maka silahkan bereksplorasi semaksimal mungkin untuk menciptakan desain yang menarik. Tapi ingat, pilihlah warna-warna yang tepat.

Semoga bermanfaat 😉

Diana Fransisca.

http://www.chijo-saki.com

(021) 3600 7757

Mendesain Ruang Kantor 1

17 Sep

Lihatlah ruang kerja anda, perhatikan suasana yang tercipta. Sudahkah memenuhi kebutuhan pola kerja karyawannya dengan baik? Tahukah anda bahwa ruang tempat anda bekerja dapat mengangkat motivasi kerja anda?

Maka tentunya anda pasti tahu, bahwa mendesain sebuah ruang kantor memerlukan dilakukannya beberapa pertimbangan yang cukup penting. Hal ini dilakukan, terutama dan antara lain adalah untuk menciptakan pola kerja yang sesuai, kinerja yang produktif, dan suasana kerja yang nyaman.  Selain itu, perlu diperhatikan juga pemilihan material serta warna yang sesuai dengan identitas kantor dan iklim pekerjaan. Mengapa begitu? Lalu, bagaimanakah proses perancangan sebuah desain yang baik dan tepat?  Berdasarkan pengalaman demi pengalaman yang telah kami lakukan, akan kami bagi pada anda, langkah demi langkah proses perancangan ruang kantor.

Sebelumnya, terlebih dahulu ketahuilah tujuan kegunaannya.

Kita mulai dari tujuan fungsionalnya. Tujuan fungsional dari sebuah ruang kantor, sudah pasti dan tidak lain adalah merupakan wadah untuk menampung karyawan dalam menjalankan tugas dan aktivitasnya. Maka, pertimbangan utama adalah pembuatan wadah yang tepat guna dalam mengakomodir kegiatan para pengguna ruang.

Pertimbangan ke-2, jatuh pada keberhasilan terakomodir dan diintegrasikannya fungsi sosial dan simbolik. Fungsi sosial yang terakomodir dengan baik, adalah rancangan yang mampu meningkatkan interaksi dan menstimulasi kreativitas para karyawan. Sedangkan fungsi simbolik yang terintegrasi dengan baik, adalah desain ruang kantor yang mampu menyampaikan identitas/ brand perusahaan terhadap pihak internal perusahaan (karyawan) maupun masyarakat (customer dan khalayak umum).

Beberapa isu pertanyaan yang menjadi bahan pertimbangan kami ketika mendesain ruang kantor :

  • Apa dan bagaimana identitas organisasi /perusahaan?
  • Lingkungan seperti apa yang mendukung pegawai organisasi/perusahaan tersebut untuk produktif bekerja?
  • Kegiatan apa saja yang perlu difasilitasi didalam ruang kantor?
  • Apa saja ruang yang mendukung kerja individu secara maksimal?
  • Bagaimana ruang yang mendukung kerja tim secara maksimal?

Isu pertanyaan tersebut berkaitan erat dengan struktur birokrasi dari organisasi / perusahaan. Hal tersebut kembali kepada tujuan perancangan, yaitu membuat kinerja yang produktif dari sebuah struktur birokrasi. Kata produktif merujuk pada keseimbangan yang baik antara kontribusi yang diberikan oleh para karyawan, dengan biaya yang perlu dikeluarkan oleh organisasi / perusahaan.

Arsitek/ desainer interior memiliki kewajiban untuk menghasilkan desain serta rancangan ruang kantor yang efektif terkait dengan kinerja yang produktif. Tidak menutup kemungkinan, perubahan dari sebuah struktur birokrasi berarti juga adalah, perubahan dari perancangan sebuah ruang kantor. Dan tentu anda setuju, bahwasanya struktur birokrasi yang efektif, berbanding lurus dengan kinerja yang efektif. Bukan begitu? 🙂

Langkah berikutnya adalah, memutuskan sejumlah hal yang terkait dengan kebijakan perusahaan serta tipe pekerjaan dari SDM yang bekerja dalam perusahaan / organisasi.

– Lokasi Kerja : Dalam ruang Vs Luar ruang.
Apakah karyawan lebih banyak bekerja didalam kantor atau dituntut untuk lebih banyak menghabiskan kerja diluar kantor.

– Fungsi : Workstation Vs Hot desks
Apakah karyawan mendapatkan meja kerjanya secara personal atau harus berbagi dengan karyawan lain.

Layout : Dinding Vs Open spaces
Apakah layout kantor lebih baik dibatasi dengan dinding atau dibuat menjadi ruang kerja terbuka, atau dapat pula kombinasi dari keduanya.

– Nuansa : Netral Vs Ekspresif
Apakah ruang kantor direncanakan untuk memiliki iklim kerja yang sangat tenang atau iklim kerja yang bersemangat.

– Pengarsipan : Digital Vs kertas
Apakah kantor sudah menyimpan arsip-arsip secara digital atau melakukan penyimpanan arsip-arsip dalam bentuk hardcopy.

– Standarisasi Konsep : Satu Vs Majemuk
Apakah kantor memiliki satu konsep untuk semua divisi ataukah setiap divisi dibebaskan untuk memiliki konsep masing-masing.

Kegagalan dari tidak dapat dierjemahkannya kebutuhan-kebutuhan dari sebuah ruang kerja organisasi / perusahaan tersebut, akan berakibat kepada terciptanya ruang-ruang yang tidak efektif-guna. Namun jangan khawatir, lakukan analisa dengan mencaritahu jawaban dari setiap pertanyaan diatas. Jika hal tersebut sudah dilakukan, maka bukan hanya kita dapat mendesain kantor sesuai yang diinginkan oleh pengguna, namun juga tepat sasaran dengan kebutuhannya.

Sekian sebagian dari proses mendesain ruang kantor yang dapat kami bagi dengan anda. Semoga dapat menginspirasi, dan..

Selamat mendesain. 🙂

 

Bryane Soemarno, S.Ars

http://www.chijo-saki.com

(021) 3600 7757